Jum`at, 20 Juli 2018

Beritaddd



Rapat Kerja Kesehatan Daerah DIY Tahun 2018

Pada Tanggal 27-28 Maret 2018, BBTKLPP Yogyakarta menghadiri Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) DIY yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan DIY di Komplek Kepatihan. Acara pembukaan dimulai dengan laporan Panitia yaitu kepala Dinas Kesehatan DIY. Dalam laporannya disampaikan bahwa Rakerkesda ini dimaksudkan untuk menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) dengan tujuan terwujudnya sinergisme pusat , provinsi dan kabupaten dalam mewujudkan Universal Health Coverage melalui percepatan Eliminasi Tubercolosis, Penurunan Stunting serta peningkatan cakupan dan mutu imunisasi. Selanjutnya arahan dari Sekretaris DIY yang sekaligus membuka acara Rakerkesda.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi. Materi pertama mengenai Kebijakan dan Target Kemenkes Dalam Upaya Penurunan Stunting, Eliminasi TBC dan Peningkatan Cakupan dan Mutu Imunisasi disampaikan oleh Direktur Direktorat Pengawasan Alat Kesehatan dan PKRT Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Materi kedua mengenai Permasalahan dan upaya penurunan stunting, eliminasi TBC dan peningkatan cakupan dan mutu imunisasi DIY yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan DIY. Selanjutnya dilakukan pembahasan atas materi yang disampaikan oleh dua orang pembahas yaitu Kepala Bappeda DIY dan tenaga ahli Dinkes DIY yaitu DR. dr. Andreasta Meliala, DPH., M.Kes., MAS. Pembahas pertama dari Bappeda DIY menyoroti diantaranya perlunya evaluasi penggunaan anggaran karena kenaikan anggaran belum sebanding dengan turunnya masalah kesehatan. Selanjutnya pembahas kedua menyampaikan diantaranya mengenai referensi untuk stunting, karena tinggi badan bukan satu2nya referensi untuk stunting sehingga ketika bicara tinggi badan jangan-jangan yang dibahas bukan stunting tapi anak pendek, untuk itu perlu referensi stunting di indonesia.

Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok, peserta dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok penurunan stunting, percepatan eliminasi TBC dan Peningkatan cakupan dan mutu imunisasi. BBTKLPP Yogyakarta masuk dalam kelompok percepatan eliminasi TBC. Tujuan diskusi kelompok adalah mengidentifikasi peran lintas sektor/swasta dalam percepatan eliminasi TBC sekaligus menyusun daftar kegiatan yang bisa dilakukan oleh lintas sektor/swasta. Percepatan Eliminasi TBC disini ditekankan pada peningkatan temuan kasus TBC dengan meningkatkan peran linsek dalam penemuan TB sesuai tupoksi masing-masing. Hasil diskusi kelompok berupa identifikasi peran lintas sektor dalam temuan kasus TBC diantaranya optimalisasi program ketuk pintu dengan pelibatan berbagai organisasi masyarakat seperti SBH dan PMI, perlunya penggunaan dana CSR dalam penanggulangan TBC, penemuan kasus TBC melalui berbagai kegiatan seperti UKS bekerjasama dengan dinas pendidikan, pembentukan juru pemantau batuk atau Jumantuk (istilah ini masih perlu dievaluasi agar tidak sama dengan jumantik) dan penemuan kasus TBC pada ODHA melalui Warga Peduli AIDS (WPA). Bantuan pengadaan rumah sehat bagi penduduk miskin bekerjasama dengan Dinas PU/Kimpraswil, membuat lingkungan sehat bagi penduduk miskin dll.

Acara ditutup dengan pembacaan kesimpulan dari Sekretaris Dinas Kesehatan DIY dan sambutan penutupan dari Kepala Dinas Kesehatan DIY. Dalam sambutannya beliau mengharapkan agar hasil Rakerkesda ini dapat segera difinalisasi menjadi rencana aksi daerah yang tidak hanya manis di kertas tetapi juga bagus dalam pelaksanaannya.

Scroll to Top