Jum`at, 25 Mei 2018

Beritaddd



Surveilans dan Penanggulangan Penyakit Zoonosis (Leptospirosis) Di Kabupaten Boyolali

Menindaklanjuti pengumpulan data tahap pertama untuk kegiatan Surveilans dan Penanggulangan Penyakit Zoonosis (Leptospirosis) di Kabupaten Boyolali yang dilaksanakan tanggal 17-18 April 2018 di Desa Rembun Kecamatan Nogosari, BBTKLPP Yogyakarta melaksanakan pengumpulan data tahap kedua pada tanggal 25-26 April 2018 di Desa Jeron, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah observasi rumah, pemeriksaan darah manusia, dan pemeriksaan darah tikus dan ternak.

Pada hari pertama, Tim BBTKLPP, petugas Dinas Kesehatan Boyolali dan Puskesmas Nogosari menuju rumah penderita leptospirosis di Rt 02/Rw 02 Desa Jeron untuk mengambil darah kasus, melakukan observasi rumah kasus serta 30 rumah di sekelilingnya, dan memasang 40 perangkap tikus. Pada hari kedua, tim melakukan pengecekan terhadap perangkap tikus yang dipasang, berhasil ditangkap 20 ekor tikus terdiri dari 16 ekor tikus rumah (Rattus rattus diardii) dan 4 ekor curut (Suncus murinus) dengan success rate 50%.

Selanjutnya dilakukan pengambilan sampel darah terhadap 16 ekor tikus rumah yang tertangkap (untuk tikus curut tidak diambil darahnya karena metabolismenya asam sehingga tidak memungkinkan menjadi host lepto). Selain pengambilan darah tikus, dilakukan pengambilan sampel darah 5 ekor kambing oleh petugas dari Pusat Kesehatan Hewan setempat. Selanjutnya, serum tikus dan kambing yang diperoleh dikirim ke B2P2VRP Salatiga untuk pemeriksaan leptospirosis dengan metode MAT.

Scroll to Top