Selasa, 14 Agustus 2018

Beritaddd



Kunjungan Kerja Menteri Kesehatan RI Ke BBTKLPP Yogyakarta

Pada tanggal 6 Mei 2018, Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F Moeloek SpM(K), berkesempatan untuk mengunjungi BBTKLPP Yogyakarta. Dalam kunjungannnya tersebut Menteri Kesehatan didampingi Dirjen P2P dr. Anung Sugihantono, M.Kes. Agenda kunjungan kali ini terkait dengan peninjauan sarana dan Prasarana BBTKLPP Yogyakarta sebagai Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Kementerian Kesehatan RI dan pelaksanaan kegiatannya.Kunjungan diawali dengan Menteri Kesehatan melihat maket gedung BBTKLPP Yogyakarta yang akan dibangun. Disampaikan oleh Bapak Dirjen P2P bahwa gedung laboratorium yang ada sekarang merupakan milik Pemda DIY sehingga pada waktunya harus diserahkan kembali. Untuk itu, pembangunan gedung laboratorium akan dilaksanakan tahun ini. Gedung tersebut nantinya masuk kategori BSL 2, hal ini karena BBTKLPP Yogyakarta sudah masuk dalam jejaring laboratorium sehingga butuh BSL dengan level yang lebih tinggi dari sekarang.

Acara selanjutnya adalah penyampaian laporan dan arahan yang dilaksanakan di Lantai 3 gedung baru BBTKLPP Yogyakarta. Acara dibuka dengan ucapan selamat datang oleh Kepala BBTKLPP Yogyakarta kepada Menkes dan Rombongan. Selanjutnya disampaikan mengenai Tupoksi BBTKLPP Yogyakarta sesuai PMK Nomor 2349 tahun 2011 bahwa BBTKLPP Yogyakarta mempunyai tupoksi terkait kesehatan lingkungan dan pengendalian penyakit. Selanjutnya Menteri Kesehatan berkenan memberi arahan. Disampaikan bahwa permasalahan kesehatan saat ini dan mendatang mempunyai tantangan yang sangat berat. Hal ini disebabkan kesehatan menangani hilir dari semua determinan penyakit. Jadi apa yang terjadi di hulu dampaknya akan muncul di hilir, jika hulu tidak ditangani dengan baik akan muncul dampak negatif terhadap kesehatan dan jika hal ini terjadi maka sektor kesehatan akan dianggap gagal dalam mengendalikan penyakit. Padahal hulu adalah milik semua sektor tidak hanya sektor kesehatan. Di situlah BBTKLPP Yogyakarta bekerja yaitu melakukan kajian determinan penyakit. Dipesankan bahwa BBTKLPP Yogyakarta lebih optimal dalam melakukan kajian determinan dan bekerjasama dengan sektor terkait tidak bekerja sendiri dalam pelaksanaannya. Banyak hal yang bisa dikembangan di BBTKLPP Yogyakarta, salah satunya adalah penjernihan air skala rumah tangga yang mudah untuk diaplikasikan dan dibawa ke berbagai wilayah seperti SAKU (Sehat AirKu) yang sudah dipatenkan. Untuk diharapkan BBTKLPP Yogyakarta bisa menjadi Center of excellence di wilayah kerjanya. Selanjutnya Dirjen P2P kembali menegaskan perlunya kerjasama antar satker di Kemenkes juga dengan sektor yang lain.

Selanjutnya Rombongan Menteri Kesehatan berkenan untuk mengunjungi beberapa laboratorium yang ada di BBTKLPP Yogyakarta, dan melihat beberapa hasil pengembangan Teknologi Tepat Guna yang telah dihasilkan dan dipatenkan oleh BBTKLPP Yogyakarta seperti SAKU (Sehat AirKu) dan Pewarna makanan alami.

Dari Kunjungan kerja Menteri Kesehatan RI ke BBTKLPP Yogyakarta, ditekankan beberapa hal sebagai berikut yang perlu ditindaklanjut oleh BBTKLPP Yogyakarta yaitu:

1. Tantangan permasalahan kesehatan semakin berat di masa datang karena determinan kesehatan ada di berbagai sektor untuk itu BBTKLPP Yogyakarta diharapkan untuk lebih optimal dalam melakukan kajian determinan penyakit dan bekerjasama dengan berbagai sektor terkait dalam pelaksanaannya.

2. Melakukan upanya untuk lebih mengembangkan TTG, tidak harus dalam skala besar tetapi mudah diaplikasikan dan berdaya guna bagi masyarakat

3. Melakukan penyebarluasan informasi terkait kegiatan BBTKLPP Yogyakarta agar lebih dikenal oleh berbagai lintas sektor dan masyarakat dan dapat lebih bermanfaat melalui berbagai cara dan metode.

Scroll to Top