Selasa, 21 Agustus 2018

Beritaddd



Review Implementasi Kawasan Tanpa Rokok Di Kabupaten Batang

Sebagai bentuk layanan pencegahan dan pengendalian penyakit paru kronik dilaksanakan kegiatan Review Implementasi Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Batang pada tanggal 15 – 18 Mei 2018. Review implementasi KTR dilaksanakan dengan observasi dan wawancara di 20 titik pengamatan, terdiri atas 16 sekolah (5 SD, 5 SMP, dan 6 SMA) dan 4 Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di Kabupaten Batang. Selain review, dilakukan skrining perilaku merokok pada anak sekolah dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran kadar CO pernafasan. Skrining dilakukan di 3 SMP/MTs terpilih, masing-masing sekolah 31 siswa kelas 7. Tim review implementasi KTR terdiri atas petugas dari BBTKLPP Yogyakarta, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Satpol PP, dan Setda Kabupaten Bantul.

Berdasarkan observasi, terdapat 4 dari 16 sekolah (25%) yang berstatus implementasi KTR. Di sebagian besar sekolah yang tidak KTR, indikator yang tidak terpenuhi antara lain belum ditemukan tanda dilarang merokok, masih ditemukan puntung rokok dan asbak. Sedangkan keempat OPD belum berstatus implementasi KTR karena belum ada tanda larangan merokok, masih ditemukan puntung rokok, asbak, orang merokok di dalam gedung, dan masih ada yang berjualan rokok di sekitar gedung. Skrining perilaku merokok pada siswa sekolah menunjukkan hasil yang cukup memerlukan perhatian. Dari 93 siswa SMP kelas 7 yang diskrining, 24,73% siswa pernah merokok. Lebih lanjut bila dilihat dari jenis kelamin, dari 43 siswa laki-laki sebanyak 53,49% pernah merokok. .

Penegakan KTR merupakan suatu upaya untuk melindungi masyarakat dari dampak tembakau. Walaupun Dinas Kesehatan merupakan leading sector KTR, upaya ini harus dilakukan secara sinergis oleh berbagai sektor, terutama sektor pendidikan dan hukum. Selain itu keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh komitmen pimpinan daerah.

Scroll to Top