Selasa, 21 Agustus 2018

Beritaddd



Pertemuan Koordinasi Jejaring Surveilans Dalam Pelaksanaan Kewaspadaan Dini Dan Respon Dengan Provinsi Di Wilayah Kerja BBTKLPP Yogyakarta

Dalam rangka optimalisasi sistem kewaspdaan dini di sektor kesehatan, BBTKLPP menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Jejaring Surveilans dalam Pelaksanaan Kewaspadaan Dini dan Respon dengan Provinsi di Wilayah Kerja BBTKLPP Yogyakarta. Pertemuan dilaksanakan tanggal 29-30 Juni 2018 dan bertempat di Hotel Laras Asri Kota Salatiga. Peserta pertemuan sejumlah 83 orang adalah Kepala Dinas Kesehatan Provinsi jawa Tengah dan DIY atau yang mewakili, serta Kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah dan DIY atau yang mewakili, kepala UPT Ditjen P2P baik di wilker BBTKLPP Yogyakarta maupun di luar wilker.

Pertemuan dibuka oleh Dirjen P2P, dr. Anung Sugihantono, M.Kes., dalam sambutannya beliau menyampaikan Ukuran keberhasilan di sektor kesehatan bertransformasi dari bahwa ukuran sehat itu bukan hanya tidak sakit dan cacat tetapi kebugaran dan produktivitas. Selain itu disampaikan bahwa akan dilakukan sosialisasi dan launching e-SIMDADU, e-ASICS dari, dan SITELAK_JH MES, dimana aplikasi tersebut merupakan salah satu penguatan institusi dan pembangunan jaringan kesehatan yang dibangun bersama-sama sehingga nantinya akan ada dalam sistem kesehatan nasional yang terpadu. Acara dilanjutkan dengan pemberian materi mengenai Situasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di DIY dan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 yang disampaikan oleh berturut turut Plh. Kabid P2P Dinkes DIY, Ibu Rini Hestu SKM, M.Kes dan Kepala Dinkes Provinsi Jateng, dr. Yulianto Prabowo, M.Kes. serta Peran BBTKLPP Yogyakarta Dalam Surveilans Dan Pelaksanaan Kewaspadaan Dini Dan Respon Di Wilayah Kerja Tahun 2017 disampaikan oleh Kepala BBTKLPP Yogyakarta, Dr. dr. Irene, MKM. Selanjutnya adalah sosialisasi dan launching e-SIMDADU oleh Kepala BBTKLPP Yogyakarta, e-ASICS oleh Kepala KKP Surabaya, dan SITELAK_JH MES oleh Kepala KKP Medan yang dilanjutkan penandatangan pernyatakan dukungan terhadap implementasi dari tiga sistem aplikasi tersebut oleh Dirjen P2P. Materi terakhir dari Sesditjen P2P mengenai Sinergitas Perencanaan Program P2P Pusat & Daerah Tahun 2019.

Dari hasil pertemuan ditekankan pentingnya upaya untuk:

1.Penguatan kemampuan tenaga kesehatan di fasyankes tk.I dalam menetapkan kasus sesuai kriteria yang telah ditetapkan

2.Peningkatan akses hasil kegiatan program kesehatan yang dilaksanakan oleh berbagai lintas program di sektor kesehatan (sharing data) melalui berbagai saluran diantaranya: SKDR, E-Simdadu, SITELAK_JH MES, E_ASICS

3.Pengoptimalan penggunaan data hasil pelaksanaan surveilans yang baik sebagai dasar untuk pelaksanaan respon dan penyusunan program kesehatan dalam rangka upaya pencegahan dan pengendalian penyakit oleh berbagai stakeholder yang ada dalam sektor kesehatan

4.Peningkatan sinergi dalam perencanaan program kesehatan dalam rangka upaya pencegahan dan pengendalian penyakit di daerah dengan pusat

Acara ditutup oleh Sesditjen P2P, dr. Asjikin Iman Hidayat Dahlan, MHA

Scroll to Top