Sabtu, 18 November 2017

Berita



Model/Teknologi Larvasida Herbal dan Desinfektan Dari Ekstrak Daun Pucung dan Daun Mimba

Kajian ini bertujuan untuk mendapatkan model/teknologi larvasida dan desinfektan alamiah. Tujuan khusus (1). Diperoleh model/teknologi pengendalian larva nyamuk aedes aegpypti dengan cara desinfeksi dan pembubuhan larvasida (2). Diketahuinya  efektifitas model/tenologi pengendalian larva nyamuk aedes aegpypti dengan cara desinfeksi dan pembubuhan larvasida. Tahapan kajian terdiri atas : Tahap asesmen TTG yang terdiri atas kegiatan koordinasi, survei dan pengumpulan data serta pesiapan alat dan bahan untuk pembuatan model/teknologi. Tahapan kedua, adalah tahap pelaksanaan kajian, yang terdiri atas pembuatan model/t4knologi, implementasi, pengambilan, dan pengambilan contoh dan pemeriksaan laboratorium.  Kajian ini dilakukan di lingkungan sekitar area kantor BBTKLPP Yogyakarta dan di Desa Wirokerten, Banguntapan, Bantul. Bahan larvasdia yang digunakan adalah daun pucung (Pangium edule) sedangkan untuk desinfektan degunakan daun Mimna( (Indica).  Prinsip pembuatan larvasida dan desinfektan herbal dengan proses sterilisasi, kemudian, grinding, shieving dilanjutkan formulasi dan terakhir adalh finishing dalam kemasan kapsul dan kantong celup.

Hasil uji fungsi menunjukkan adanya penurunan angka kuman pada air bersih sebelum proses pembubuhan dilakukan selama 30 menit dibandingkan dengan setelah pembubuhan dilakukan. Secara kimia, tidak peningkatan parameter pemeriksaan yang mengacu pada air bersih yang mengalami  peningkatan hingga melebihi baku mutu. Secara umum, kualitas kimia dan bakteriologi tidak ada yang mengalami deviasi konsentrasi  atau melebihi baku mutu. Efektifitas  pembubuhan larvasida yang dilakukan selama 14 hari, tidak ditemukan larva jentik nyamuk di dalam bak yang telah dibubuhi bahan larvasdia dan desinfektan alami.

Ket : Jika memerlukan dokumen full version dapat mengirim permintaaan dokumen ke email : info@btkljogja.or.id

Scroll to Top