Selasa, 22 Agustus 2017

Berita



Uji Petik Kualitas Air Minum/PDAM Di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2015

Mengingat pentingnya kebutuhan air bersih, sudah selayaknya penanganan di sektor ini patut mendapat perhatian dari pihak pemerintah karena menyangkut kehidupan orang banyak. Pemenuhan kebutuhan air bersih dilakukan dengan berbagai cara disesuaikan dengan sumber daya yang ada. Sistem penyediaan air bersih bisa dilakukan dengan dua cara yakni sistem perpipaan dan non perpipaan. Di daerah perkotaan, sistem perpipaan lebih banyak dilakukan dan biasanya di kelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). PDAM Kabupaten Gunungkidul adalah salah satu Badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Gunungkidul yang mempunyai tugas untuk mengelola penyediaan air bersih bagi masyarakat dengan usaha menyediakan air minum yang sehat dan memenuhi syarat bagi masyarakat daerah Kabupaten Gunungkidul. Hingga Maret 2015, jumlah pelanggan PDAM Kabupaten Gunungkidul sebanyak 38.122 sambungan rumah. Tujuan kajian ini adalah diketahuinya kualitas air baku dan kualitas air minum yang didistribusikan oleh PDAM Kabupaten Gunungkidul dan diperoleh gambaran potensi risiko kesehatan dari air minum yang dikonsumsi pelanggan PDAM Jenis kajian ini deskriptif yaitu suatu metode yang dilakukan untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara obyektif). Pada kajian ini dilakukan pengumpulan data berupa inspeksi sanitasi, keluhan pelanggan dan kualitas air PDAM sehingga dapat dibuat gambaran mengenai kualitas secara fisik, kimia, maupun mikrobiologi. Hasil inspeksi sanitasi air produksi dan instalasi sumber air PDAM Kabupaten Gunungkidul menunjukkan kualitas fisik air termasuk dalam kategori baik dan tingkat risiko pencemaran semua sumber termasuk dalam kategori risiko rendah. Hasil pemeriksaan untuk sampel air baku PDAM Cabang Seropan, Wonosari dan Baron belum memenuhi syarat air bersih menurut Permenkes RI No. 416/Menkes/Per/IX/1990 untuk parameter pH dan total coliform. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kualitas air PDAM pada jaringan distribusi PDAM Kabupaten Gunungkidul 100% memenuhi syarat secara fisik, 96,3% memenuhi syarat secara kimia (3,7% tidak memenuhi syarat untuk parameter alumunium), namun tidak ada sampel yang memenuhi syarat secara mikrobiologi menurut Permenkes RI No.492/Menkes/Per/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Adapun untuk parameter sisa klor hanya 14,8% yang memenuhi syarat sesuai Permenkes RI No.736/Menkes/Per/VI/2010. Hasil wawancara dengan pelanggan PDAM Kabupaten Gunungkidul menunjukkan sebagian besar pelanggan menggunakan air PDAM sebagai sumber air bersih (97,4%) dan air minum (87,9%). Sebanyak 74,1% pelanggan mengeluhkan kualitas air PDAM, terutama dikarenakan keruh, aliran tidak lancar, dan berkapur. Jika memerlukan dokumen versi lengkap dapat menghubungi melalui email : info@btkljogja.or.id

Scroll to Top