Sabtu, 18 November 2017

Berita



Kajian Uji Petik Kualitas Air Minum/Depot Air Minum (Dam) Di Kabupaten Cilacap Jawa Tengah Tahun 2015

Air adalah salah satu komponen lingkungan yang dibutuhkan oleh setiap mahluk hidup yang ada di bumi. Manusia sangat tergantung oleh keberadaan air. Manfaat air diantaranya untuk keperluan hygiene dan sanitasi seperti mandi, cuci, dan lain-lain maupun untuk dikonsumsi (memasak dan minum). Pertumbuhan Depot Air Minum (DAM) di Kabupaten Cilacap semakin bertambah tiap tahunnya. Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap sampai dengan tahun 2014 jumlah DAM yang terdaftar 114 DAM yang tersebar di 24 kecamatan. Semakin banyaknya DAM yang airnya dikonsumsi masyarakat akan mempengaruhi kesehatan masyarakat, maka perlu dilakukan pengawasan dari instansi terkait, yang bertanggung jawab untuk menjamin keamanan kesehatan masyarakat sebagai konsumen. Jenis kajian yang digunakan adalah deskriptif, dengan jumlah sampel yang disurvei sebanyak 15 DAM dari populasi sebanyak 114 DAM berlokasi di Kabupaten Cilacap. Untuk mengetahui kualitas lingkungan DAM dilakukan pemeriksaan fisik, untuk mengetahui kualitas air baku dan air minum dilakukan pemeriksaan air baku dan air minum masing-masing sebanyak 15 sampel (baku mutu Per. Men. Kes. RI No. 416/Menkes/Per/IX/1990 tentang Persyaratan kualitas air bersih, Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum). Berdasarkan hasil survei diperoleh hasil bahwa; Air bersih yang digunakan sebagai air baku DAM adalah: PDAM sebanyak 12 (80%) dan air sumur sebanyak 3 (20%). Hasil pemeriksaan kualitas air bersih sebagai air baku DAM yang diperiksa 15 sampel, menurut Permenkes RI No. 416/Menkes/Per/IX/1990, tentang Persyaratan Kualitas Air Bersih yaitu Secara Fisik 15 (100 %) memenuhi syarat, secara kimia 13 (87%)memenuhi syarat, sedangkan secara mikrobiologi 100% tidak memenuhi syarat. Hasil pemeriksaan kualitas air minum hasil pengolahan DAM yang diperiksa 15 sampel menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Secara fisika Air minum memenuhi syarat 100%, secara kimia 14 (93%) memenuii syarat, secara mikrobiologi kandungan Colifom 100% melebihi ambang batas (tidak memenuhi syarat), kandungan E. coli memenuhi syarat 10 (67%), sedangkan 5 DAM (33%) positif E. coli. Hasil pemeriksaan fisik 15 DAM dengan menggunakan lembar penilaian yang diadopsi dari Pedoman Pelaksanaan Penyelenggaraan Hygiene Sanitasi DAM menunjukkan semua DAM (100%) memenuhi syarat kelaikan fisik karena mempunyai total skor antara 71 –85 (> 70). Dari aspek pengujian mutu menunjukkan bahwa Hasil pemeriksaan/Laporan Hasil Uji (LHU) pemantauan internal yang dilakukan oleh pemilik DAM frekuensinya tidak sesuai dengan ketentuan Permenkes RI No.736/MENKES/PER/VI/2010 tentang Tata Laksana Pengawasan Kualitas Air Minum. Kata Kunci: DAM, air baku, air minum, pengolahan Jika memerlukan dokumen versi lengkap dapat menghubungi melalui email : info@btkljogja.or.id

Scroll to Top