Sabtu, 18 November 2017

Berita



Kajian Kualitas Limbah Pabrik Tahu Terhadap Kualitas Air Bersih Di Kabupaten Bantul Tahun 2015

Latar Belakang: Kegiatan industri tahu di Indonesia didominasi oleh usaha-usaha skala kecil dengan modal yang terbatas. Sumber daya manusia yang terlibat pada umumnya bertaraf pendidikan yang relatif rendah, serta belum banyak yang melakukan pengolahan limbah. Apabila air limbah ini merembes ke dalam tanah yang dekat dengan sumur maka air sumur itu tidak dapat dimanfaatkan lagi. Apabila limbah ini dialirkan ke sungai maka akan mencemari sungai dan bila masih digunakan akan menimbulkan gangguan kesehatan yang berupa penyakit gatal, diare, kolera, radang usus dan penyakit lainnya, khususnya yang berkaitan dengan air yang kotor dan sanitasi lingkungan yang tidak baik. Tujuan : Mengetahui kondisi lingkungan pabrik tahu di kecamatan Srandakan kabupaten Bantul. Mengetahui kualitas limbah cair pabrik tahu di kecamatan Srandakan kabupaten Bantul. Mengetahui pengolahan limbah tahu di kecamatan Srandakan kabupaten Bantul. Mengetahui kualitas air tanah (air bersih) di lingkungan pabrik Tahu di kecamatan Srandakan kabupaten Bantul. Metode: Kajian ini adalah kajian deskriptif terhadap kondisi lingkungan fisik pabrik tahu, kualitas limbah pabrik tahu, pengelolaan limbah pabrik tahu, kualitas air tanah (air bersih) di lingkungan pabrik tahu di kecamatan Srandakan kabupaten Bantul. Pengumpulan data dilakukan melalui tahap survei/observasi/inspeksi sanitasi, serta pengambilan dan pengujian contoh uji. Setelah dilakukan pengolahan dan analisis data, dilakukan penyusunan laporan dan sosialisasi hasil kajian kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, BLH Kabupaten Bantul, Camat Srandakan, Kepala Desa Trimurti, Kepala Dusun Gunung Saren Lor, Asosiasi Pengusaha Tahu, dan Pengusaha Tahu Hasil: Hasil survei dan observasi menunjukkan bahwa secara umum kondisi bangunan baik, fasilitas sanitasi memenuhi syarat, namun ditemukan lantai ruang produksi yang gelap, licin dan becek, populasi lalat, kecoak dan tikus yang tinggi, masih ada pabrik tahu yang membuang limbah sembarangan, pemakaian APD yang minim serta tidak ada pemeriksaan kesehatan karyawan secara rutin. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium terhadap limbah cair diketahui bahwa semua limbah cair yang dibuang langsung ke lingkungan, melalui IPAL Komunal (inlet dan Outlet ) belum memenuhi persyaratan Pergub DIY No 7 tahun 2010. Pengelolaan limbah tahu yang ada di desa Trimurti adalah melalui IPAL Komunal (kelompok), dibuang langsung ke lingkungan tanpa pengolahan, dibuang langsung ke Sungai. Kualitas air secara biologi secara umum tidak memenuhi syarat total Coliform secara fisik ditemukan 2 sumur gali dekat IPAL Komunal berbau, ditemukan mangan, nitrat dan nitrit yang melebihi ambang batas Permenkes No 416 tahun 1990. Kata kunci: Limbah Tahu, Air Bersih, Kabupaten Bantul Jika memerlukan dokumen versi lengkap dapat menghubungi melalui email : info@btkljogja.or.id

Scroll to Top