Sabtu, 18 November 2017

Berita



Uji Toksisitas Logam Berat Limbah Padat Terhadap Hewan Coba Tahun 2015

Latar Belakang: Hewan yang dipelihara di TPST tersebut memanfaatkan sisa-sisa makanan yang sangat komplek jenis dan kualitasnya atau bahan organik sebagai makanannya. Perilaku unik dari ternak-ternak tersebut adalah keluar dari kandang pada pagi hari menuju lokasi TPST dan pulang kembali ke kandang setelah senja/matahari terbenam tanpa dihalau atau diawasi oleh pemiliknya. Pihak TPST telah membuat larangan bagi masyarakat supaya tidak memelihara ternak di sekitar lokasi TPST supaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan misalnya ternak mati karena keruntuhan/tertimbun sampah, makan makanan yang beracun, atau tertabrak kendaraan yang lalu lalang membawa sampah, dll (Profil TPST Piyungan: tahun 2013). Logam berat pada makanan melalui sistem pencernaan akan masuk ke dalam sel epitel endothelial kapiler darah untuk masuk ke dalam darah. bahayanya logam berat khususnya Pb, Cd dan Cr bagi organisme, maka Bidang ADKL BBTKL PP Yogyakarta melakukan kajian tentang pengaruh logam berat tersebut kemungkinan masuk dalam darah hewan atau mencemari bahan organik sebagai makanan ternak di lokasi TPST Piyungan. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya paparan logam berat Pb, Cd dan Cr pada darah hewan coba (kambing) yang hidup dan mencari makan di lokasi TPST Piyungan Bantul. Metode: Kegiatan ini merupakan Kegiatan Uji petik toksisitas logam berat limbah padat terhadap hewan coba di TPA piyungan sebagai hewan terpapar dan hewan diluar daerah sebagi kontrol. uji yang dilakukan disatu wilayah kerja Puskesmas Piyungan dan satu di wilayah kerja Puskesmas Godean.. Pengumpulan data primer dilakukan dengan melakukan pengisian kuesioner riwayat hewan coba, serta melakukan pengambilan darah kambing di 2 wilayah yang berbeda selanjutnya dianalisis di laboratorium BBTKLPP Yogyakarta. Setelah data dianalisa dan dibuat laporan, hasil uji petik berikan kepada lintas sektor terkait di Kabupaten Bantul Hasil: Berdasarkan hasil survei dan observasi dilakukan di 2 tempat yaitu pemilik hewan domba (sebagai uji darah domba terhadap logam berat) di sekitar TPA Piyungan di Kabupaten Bantul dan pemilik hewan domba (sebagai darah kontrol) sumber makanannya dari rumput dan dedaunan umumnya. Data Kuesioner untuk Hewan Coba. Hewan coba di lokasi TPST Piyungan: milik Bp Dalwanto dengan alamat Dusun Ngablak Piyungan Kabupaten Bantul. Hasil analisis darah domba dari laboratorium biomarker secara keseluruhan darah kambing (Capra aegagrus hircus) di TPA Piyungan masih sangat kecil terpapar Logam Berat Timbal (Pb) Cadmium (Cd), dan Chrom (Cr). Paparan logam berat tertinggi adalah logam berat Pb untuk jenis kambing jantan yaitu 21.435 ppb,sedangkan kambing betina 12.875 ppb. Untuk paparan logam berat Cr pada darah kambing jantan 8.8665 ppb, sedangkan betina 7.81275 ppb. Khusus paparan logam berat Cd dalam darah kambing kontrol lebih tinggi. Kata Kunci: Uji darah domba, logam berat, dan TPA Kab,Bantul. Jika memerlukan dokumen versi lengkap dapat menghubungi melalui email : info@btkljogja.or.id

Scroll to Top