Pertemuan Nasional Evaluasi 2018 Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit


SEMARANG, 08/08/2018, Kepala BBTKLPP Yogyakarta bersama jajarannya menghadiri Pertemuan Nasional bertema “melalui transformasi kegiatan pencegahan dan pengendalian penyakit kita laksanakan monitoring evaluasi tata laksana percepatan eliminasi dan eradikasi penyakit di Indonesia” diusung oleh Ditjen P2P dalam rangka evaluasi nasional di tahun 2018.

Penyelenggaraan pertemuan pada tanggal 8 sampai dengan 11 Agustus 2018 dibuka dengan menyanyikan dengan khidmat lagu Indonesia Raya, laporan panitia penyelenggara oleh Sesditjen P2P dan sambutan selamat datang dari Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah dilanjutkan sambutan dan arahan dari Dirjen P2P.

Pada sambutannya Dirjen P2P menyampaikan terkait konsep utuh sebuah pendekatan yang holistic, integrative dan tematik dengan spasial yang jelas, disamping itu beliau juga menyampaikan beberapa harapan berikut:

• Integrasi bukan slogan tapi AKSI NYATA perlu ada SIKAP PRO AKTIF dan rasa saling membutuhkan

• PELAYANAN KESEHATAN DI DAERAH merupakan tanggungjawab Pemda melalui OPD Dinkes. Jangan ragu untuk MENGKOORDINASIKAN meminta peran dari UPT dan fasilitasi Pemerintah Pusat

• SUMBERDAYA yang ada harus dishare dalam satu kesatuan tatanan pemerintahan dan orientasi untuk kepentingan masyarakat

• CEPAT melaporkan, CERMAT menganalisa dan CERDIK mengambil kesempatasn serta CERDAS mengambil keputusan



dr. Anung Sugihantono, M.Kes selaku Dirjen P2P juga memberikan apresiasinya dengan menyerahkan 4 (empat) piagam penghargaan kepada satker pusat dan daerah (UPT dan Dekon) yang telah menunjukkan kinerja realisasi anggaran tertinggi sampai dengan 31 Juli 2018, disamping itu diberikan pula 3 (tiga) piagam peringatan kepada satker yang kinerja realisasi anggaran terendah sebagai peringatan untuk segera melakukan upaya percepatan.

Rangkaian acara berlangung dengan rangkaian panel narasumber di lingkungan Ditjen P2P yaitu Direktur P2PML, Direktur Surkarkes, Kasubdit Filariasis dan Kecacingan Direktorat P2PTVZ, Kasubdit di Direktorat P2PTM dan Kasubdit di P2MKJN, Kepala KKP Kelas I Makassar, Kepala BBTKLPP Surabaya.

Narasumber lintas program juga mewarnai pertemuan ini dengan menghadirkan beberapa narasumber yaitu Sekjen Kemenkes RI, Direktur Pelayanan Kesehatan, Direktur Farmalkes, Kabadan PPSDM, Inspektorat Jenderal Kemkes RI, Kabadan Litbangkes dan Kabid P2P Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara.

Pembahasan yang dibawakan oleh narasumber terkait evaluasi program dan tantangan tata kelola program TBC, program Imunisasi, pencegahan stanting, program penyakit tidak menular dan program Kesehatan Jiwa. Strategi dan evaluasi penemuan kasus TBC, Kajian Mutu Vaksin dan Dukungan Program P2P, Penemuan Kasus dan Peningkatan Cakupan Imunisasi Dengan Pendekatan Keluarga berinstrumen PIS-PK disampaikan dengan baik dalam bentuk gambaran implementasi dan lesson learned dari narasumber pelaku program.

Pada kesempatan ini disampaikan pula Hasil Riset Implementasi pelaksanaan PIS-PK dan Study Inventory TBC oleh Litbangkes dan rangkaian arah dan kebijakan berupa Pemanfaatan DAK dan Dukungan Pembiayaan JKN, Evaluasi pelaksanaan PIS-PK dalam Akselerasi TBC dan Peningkatan mutu serta Kualitas Imunisasi, Menuju WTP, Penguatan Tata Kelola Obat Program dan Kebijakan Penyediaan Vaksin Tahun 2019, serta Optimalisasi SDMK untuk akselerasi Program P2P.

Ibu dr. Nafsiah Mboi, SpA, M.P.H mantan Menteri Kesehatan RI selaku Staf Ahli Ekonomi Kesehatan juga dihadirkan untuk memberikan Analisis Beban Penyakit dalam Menuju Universal Health Coverage (UHC) di Indonesia.

Pertemuan Nasional ini diharapkan mampu membawa perubahan paradigma dalam konsep pembangunan upaya kesehatan dari paradigma sakit dengan upaya pengobatannya (kuratif) menjadi paradigma sehat dengan mengutamakan upaya penyuluhan kesehatan dan pencegahan penyakit (promotif dan preventif).

Salam Sehat, Kuat, Semangat