Penilaian Implementasi Kawasan Tanpa Rokok Di Kota Tegal


Sebagai bentuk layanan pencegahan dan pengendalian penyakit paru kronik dilaksanakan kegiatan Penilaian Implementasi Kawasan Tanpa Rokok di Kota Tegal pada tanggal 24 – 27 Juli 2018. Penilaian implementasi KTR dilaksanakan dengan observasi dan wawancara di 20 titik pengamatan, terdiri atas 16 sekolah (5 SD, 5 SMP, dan 6 SMA) dan 4 Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di Kota Tegal. Selain penilaian, dilakukan skrining perilaku merokok pada anak sekolah dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran kadar CO pernafasan. Skrining dilakukan di 3 SMP/MTs terpilih, masing-masing sekolah 30 - 40 siswa kelas 7. Tim penilai implementasi KTR terdiri atas petugas dari BBTKLPP Yogyakarta, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Satpol PP, dan Setda Kota Tegal.

Kegiatan Penilaian Implementasi KTR di Kota Tegal berlangsung selama 4 hari, terdiri atas koordinasi, pengumpulan data, dan sosialisasi hasil. Berdasarkan observasi, terdapat 1 dari 16 sekolah (6,25%) yang berstatus implementasi KTR. Di sebagian besar sekolah yang tidak KTR, indikator yang tidak terpenuhi antara lain ditemukan puntung rokok dan orang merokok di lingkungan sekolah. Sedangkan keempat OPD belum berstatus implementasi KTR karena masih ditemukan puntung rokok, asbak, tercium bau asap rokok, orang merokok di dalam gedung, dan masih ada yang berjualan rokok di sekitar gedung. Skrining perilaku merokok pada siswa sekolah menunjukkan hasil yang cukup memerlukan perhatian. Dari 100 siswa SMP kelas 7 yang diskrining, 23% siswa pernah merokok. Lebih lanjut bila dilihat dari jenis kelamin, dari 72 siswa laki-laki sebanyak 31,94% pernah merokok.

Penegakan KTR merupakan suatu upaya untuk melindungi masyarakat dari dampak tembakau. Walaupun Dinas Kesehatan merupakan leading sector KTR, upaya ini harus dilakukan secara sinergis oleh berbagai sektor, terutama sektor pendidikan dan hukum. Selain itu keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh komitmen pimpinan daerah.