Workshop on Emerging and Re- Emerging Zoonotic Diseases in Indonesia


Dalam rangka memperingati 110 tahun Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor dilaksanakan kegiatan Workshop on Emerging and Re- Emerging Zoonotic Diseases in Indonesia pada tanggal 5 -6 November 2018 di IPB-International Convention Center Bogor yang mengundang peserta dari kementerian pertanian, kementerian kesehatan,  kementerian lingkungan hidup dan kehutanan, universitas dan institusi terkait lainnya. Perwakilan peserta dari BBTKLPP Yogyakarta, Indah Nur Haeni.


Pertemuan mengundang  lintas sektor sehingga informasi yang disampaikan dapat digunakan sebagai bahan pendukung dalam  upaya pencegahan penyakit di Indonesia baik pada manusia dan  hewan termasuk faktor lingkungan  yang berpengaruh pada penyebaran penyakit.


Acara dibuka oleh Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Dr. Ir. Muhammad Prama Yufdy, M.Sc. Selanjutnya  penyajian materi dan diskusi dengan rincian sebagai berikut: Global Update of Emerging and Re-Emerging Zoonotic Diseases oleh Prof. Joanne Meers, Ph.D, Important Emerging and Re emerging Zoonotic Diseases in Indonesia oleh Dr. drh.NLP Indi Dharmayanti, M.Si, Leptopsirosis oleh Prof Kozue Miura, Ph.D, Research of Henipah Virus in Indonesia oleh drh. Indrawati Sendow, M.Sc., Leptospirosis in Indonesia oleh Dr.drh.Susan M Noor, M.V.Sc., African Swine Fever and Henipah Virus Update oleh Kim Halpin, Ph.D, Emerging and Re emerging Zoonotic Diseases in Equine oleh Charles El Hage, B.V.Sc., Cyber Crime Related to Emerging and Re emerging Zoonotic Diseases oleh  Nathan, Re emerging Animal Tuberculosis in Indonesia oleh Dr.dr. Rahmat Setya Adji, M.Si., Development of Detection Technologies for Gastrointestinal Protozoan Parasites in Faecal Samples and Their Molecular Zoonotic Evolution oleh April Hari Wardhana, S.KH., M.Si, Ph.D.


Berdasarkan informasi dari paparan narasumber, ternyata ada  beberapa kesamaan dengan   jenis penyakit  yang dikaji di  BBTKLPP  Yogyakarta seperti kajian terkait leptospirosis, JE, DBD dan flu burung. Jika data yang ada disinergikan maka akan dapat saling melengkapi informasi yang dibutuhkan. Peningkatan jenis penyakit perlu diikuti dengan kemampuan deteksi uji  laboratorium, pengobatan dan vaksinasi.


Prioritas awal dalam menghadapi emerging dan re emerging zoonotic diseases  adalah melakukan pengawasan bersama antar kementerian terhadap   penyakit yang muncul serta  melakukan  studi epidemiologi pada manusia, hewan, strain virus serta  berbagai agent penyakit  termasuk lingkungan, yang relevan dengan pendekatan program one health.


Upaya percepatan untuk membangun dan memelihara sistem kesehatan publik yang kuat dalam  mendeteksi dan menghadapi  semua ancaman penyakit zoonotik dapat dilakukan  melalui  sharing  informasi hasil kegiatan antar kementerian (pertanian, kesehatan, lingkungan hidup dan kehutanan) serta  sektor terkait lainnya, peningkatan  kapasitas sumber daya manusia, penguatan jejaring laboratorium, pengembangan metode uji diagnostik, pengembangan pengobatan penyakit dan pengembangan vaksin dalam  upaya pencegahan penyakit.