Diseminasi Hasil Kajian Penemuan Kasus dan Pemantauan TB di Tempat Khusus (Ponpes) di Kabupaten Grobogan


Kajian Penemuan Kasus dan Pemantauan TB di Tempat Khusus (Ponpes) di Kabupaten Grobogan telah dilaksanakan pada Bulan Agustus s.d. November 2018. Pengambilan data dilaksanakan pada Bulan Augstus 2018 di 4 pondok pesantren di Kabupaten Grobogan. Pada tanggal 4 Desember 2018 bertempat di Hotel Kyriad Grand Master Kabupaten Grobogan, dilaksanakan Diseminasi Hasil Kajian Penemuan Kasus dan Gambaran Faktor Risiko Kejadian TB di Kabupaten Grobogan. Acara diseminasi dihadiri 21 orang yang berasal dari Kantor Kementerian Agama RI Kabupaten Grobogan (1 orang), Bidang Yankesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan (1 orang), Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan (2 orang), UPTD Puskesmas Gubug (2 orang), UPTD Puskesma Tawangharjo (2 orang), UPTD Puskesmas Tanggungharjo (2 orang), UPTD Puskesmas Kedungjati (2 orang), Pondok Pesantren Miftahul Huda, Ngroto, Kecamatan Gubug (1 orang), Pondok Pesantren Al Faqih, Selo, Kecamatan Tawangharjo (1 orang), Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin, Brabo, Kecamatan Tanggungharjo (1 orang), Pondok Pesnatren Nurul Umam, Kalimaro, Kecamatan Kedungjati (1 orang), dan BBTKLPP Yogyakarta (5 orang).


Pertemuan diseminasi dibuka oleh Kepala Bidang P2P, Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Bapak dr. Suwindi, kemudian dilanjutkan penyampaian sambutan dari BBTKLPP Yogyakarta yang diwakili oleh Kepala Seksi Advokasi dan KLB, Ibu Dien Arsanti, S.K.M., M.Env dan presentasi hasil kajian oleh koordinator Tim BBTKLPP Yogyakarta, Bapak Imam Wahjoedi, S.K.M, M.P.H. Dalam acara ini dilakukan diskusi yang dipandu oleh Pemegang Program TB Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Bapak Gunawan Cahyo Utomo, S.ST., M.P.H.


Dari diskusi yang dilakukan seluruh pihak menyadari bahwa masalah kesehatan di pesantren masih perlu perhatian. Dinas Kesehatan dan Kemenag akan duduk bersama menyusun standarisasi fasilitas pesantren terkait kesehatan di pesantren. Dana BOK yang dimiliki puskesmas dapat digunakan antara lain untuk kegiatan pendampingan pesantren. Untuk program P2TB, kedepan ponpes akan dilibatkan, dan diupayakan terintegrasi antara bidang promosi kesehatan, penyehatan lingkungan, gizi, dan pemegang program TB, juga melibatkan Kemenag yang memiliki jalur membina pesantren. Terkait adanya hasil positif pada pemeriksaan salah satu ruangan di salah satu pondok pesantren, maka pemegang program TB dan petugas sanitarian puskesmas setempat segera meninjau pondok pesantren dan melakukan perbaikan kondisi lingkungan. Pihak pondok pesantren, Kemenag, juga Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan sepakat untuk mengaktifkan kembali Poskestren dan membentuk kader TB dengan pembinaan di bawah Bidang Promosi Kesehatan Puskesmas melalui kunjungan rutin.

Pada akhir acara, peserta berharap pertemuan ini bisa jadi cikal bakal standarisasi kesehatan di pondok pesantren. Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan menyampaikan bahwa kegiatan sangat bagus dan mohon diajari melakukan penelitian /survey seperti ini yang dapat diaplikasikan di puskemas dan dinkes, sehingga dapat memastikan program kesehatan dilakukan dengan benar. Dari Kantor Kemenag Kabupaten Grobogan juga menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian pada pondok pesantren. Pembinaan pesantren akan dilakukan bersama sama dengan dinas kesehatan untuk pembinaandari sisi kesehatan dan kemenag dari sisi pendidikan dan pengelolaan pesantren.