Kolaborasi Pusat dan Daerah dalam Percepatan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menuju Cakupan Kesehatan Semesta


BANTEN 25/02/2019, Mengusung tema “Kolaborasi Pusat dan Daerah dalam Percepatan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menuju Cakupan Kesehatan Semesta” Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Anung Sugihantono, M.Kes menyampaikan dalam laporannya capaian Kinerja Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit sampai akhir tahun 2018, info penting terkait trend penyakit menular maupun tidak menular yang sedang berkembang di Indonesia saat ini sekaligus mengungkap tantangan kesehatan kedepan di hadapan Ibu Menteri Kesehatan RI.


Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, SpM memberikan apresiasinya kepada Dirjen P2P atas inisiasi penyelenggaraan acara ini, dan berterima kasih atas pencapaian kinerja pencegahan dan pengendalian penyakit. Menteri Kesehatan menekankan bahwa bangsa ini harus segera mencapai Cakupan Kesehatan Semesta (UHC) dimana pelayanan kesehatan harus dimiliki oleh semua orang yang artinya akses untuk semua dengan pelayanan yang komprehensif dan bermutu tanpa hambatan finansial. Peran pencegahan dan pengendalian penyakit sangat besar agar beban kuratif tidak semakin tinggi. Kedepan harapannya orang akan pergi ke Rumah Sakit bukan untuk berobat atau sakit melainkan untuk pemeriksaan kesehatan rutin saja.


Setelah membuka resmi acara RAKONTEK P2P Menteri Kesehatan mengunjungi pameran sosialisasi program-program P2P. Beliau berkeliling melihat pameran yang digelar lebih dari 8 booth yang disajikan oleh kolaborasi Pusat (5 Direktorat) dan UPT (KKP, B/BTKLPP), beserta layanan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh peserta berupa test PTM (Kolesterol dan Gula Darah), test Kejiwaan, test HIV AIDS dan test Hepatitis.
Kepala BBTKLPP Yogyakarta beserta jajaran Kabag dan Kabidnya menghadiri acara Rapat Koordinasi Teknis (RAKONTEK) P2P yang diselenggarakan selama lima hari penuh mulai tanggal 25 Februari 2019 sampai dengan 1 Maret 2019 dengan peserta Pusat, Dinas Kesehatan Provinsi, B/BTKLPP dan KKP seluruh Indonesia, dan menghadirkan pula narasumber, praktisi, lintas sektor dan lintas program dari Bappenas, Biro Perencanaan dan Anggaran Sekjen Kemkes, Ditjen Yankes, Ditjen Farmalkes, BPPSDM Kesehatan. Rangkaian materi pembahasan berupa Evaluasi kegiatan 2018, percepatan pencapaian target 2019, perencanaan kegiatan 2020, upaya terobosan untuk percepatan pencapaian target Program P2P, pelaksanaan SPM bidang kesehatan Program P2P, kebijakan dan operasional anggaran Dekon serta DAK bidang kesehatan dan Penyediaan sarana prasarana untuk mendukung pelaksnaan Program P2P.


Melengkapi rangkaian acara disajikan presentasi success story pemanfaatan Dana PIS-PK untuk program PTM di Palangkaraya, Pengembangan Aplikasi e-Jiwa pendukung PIS-PK di Jakarta, Implementasi Program menuju Eliminasi Penularan HIV, Sifilis dan Hepatitis B di Kab Sinjai, Pemberdayaan Masyarakat Kunci pencegahan dan pengendalian DBD, Kekuatan Lintas Sektor dalam akselerasi peningkatan cakupan dan kualitas Imunisasi di Gorontalo , Sinergitas BBTKL dan Dinkes Dalam Akselerasi Peningkatan Upaya Pencegahan & Pengendalian Penyakit di Wilayah Kerja oleh BBTKLPP Jakarta dan Sinergitas Upaya Cegah Tangkal Polio di pintu Masuk Papua.
Kegiatan RAKONTEK P2P ini akan berlangsung sampai dengan empat hari kedepan dengan simultan side event berupa Rakordit Paripurna, Peran Rumah Sakit Jiwa Dalam Mendukung SPM Kab/Kota dan PIS-PK, Temu Pakar dan Praktisi bertema Tantangan Tantangan Eradikasi Polio di Indonesia dan Penguatan Surveilans AFP dan Tantangan Tata Laksana TBC Laten Menuju Eliminasi TBC.


Salam Indonesia Sehat