Pengambilan Data Lingkungan Kegiatan Analisis Dampak Faktor Risiko Penyakit Berpotensi KLB di Lingkungan Sekolah di Kabupaten Sleman Tahun 2019


Menindaklanjuti pertemuan koordinasi rencana Kegiatan Analisis Dampak Faktor Risiko Penyakit Berpotensi KLB di Lingkungan Sekolah di Kabupaten Sleman pada tanggal 5 Maret 2019, maka pada tanggal 26-28 Maret 2019 dilaksanakan pengambilan data lingkungan di sekolah dasar yang telah disepakati. Tim kajian dari BBTKLPP Yogyakarta sebanyak lima orang, yang terdiri dari satu orang petugas supervisi, dua orang sanitarian bertugas melaksanakan observasi dan pengukuran kualitas fisik udara ruang kelas kegiatan belajar mengajar/perpustakaan dan dua orang petugas laboratorium yang bertugas melakukan pengambilan sampel. Dalam melaksanakan tugas ini didampingi dan dibantu oleh satu orang petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dan satu orang petugas sanitarian puskesmas tempat SD yang dijadikan sebagai kajian.
Adapun Observasi yang dilakukan meliputi observasi lingkungan sekolah, IKL jenis sarana sumur dangkal, IKL jamban/ kamar mandi, IKL kantin/pedagang keliling, dan data kondisi kelas. Sedangkan jenis sampel yang diambil adalah air bersih dan makanan/minuman baik dari kantin sekolah maupun dari pedagang keliling. Selanjutnya sampel dibawa ke laboratorium  untuk dilakukan  analisa. Pengambilan data lingkungan hari pertama, tanggal 26 Maret 2019 di lokasi SD Negeri Nglempong dan SD Negeri Rejodani masuk dalam wilayah Puskesmas Minggir.

Pengambilan data lingkungan hari kedua, tanggal 27 Maret 2019 di lokasi SD Negeri Balangan 2 dan SD Muhammadiyah Plembon masuk dalam wilayah Puskesmas Ngaglik. Pada pengambilan data lingkungan hari ketiga, tanggal 28 Maret 2019 di lokasi SD Muhammadiyah Sunten dan SD Muhammadiyah Sragan masuk dalam wilayah Puskesmas Ngaglik. Hasil pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan di sambut baik semua guru di sekolah dasar yang dijadikan kajian.  Kegiatan ini diharapkan  nanti dapat digunakan sebagai masukan bagi sekolah terkait dan sebagai dasar Dinas Pendidikan atau UPT Yandik kecamatan untuk melakukan pembinaan  perbaikan kualitas lingkungan.