Persiapan Kegiatan Surveilans Faktor Risiko Penyakit dalam Arus Mudik di Kota Surakarta Tahun 2019


Pada tanggal 9 April 2019 tim kajian BBTKLPP Yogyakarta melaksanakan persiapan kegiatan Surveilans Faktor Risiko Penyakit dalam Arus Mudik di Kota Surakarta. Persiapan dilakukan dengan koordinasi ke Dinas Kesehatan Kota Surakarta, PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Solo Balapan, dan Kantor Pelayanan Terminal Tirtonadi. Di Dinas Kesehatan Kota Surakarta tim BBTKLPP Yogyakarta yang terdiri dari tiga orang yaitu Kepala Seksi Lingkungan Fisik Kimia Tri Setyo Winaryanto, S.T, M.Sc., Ketua Tim Kajian Suharso, S.ST., dan Sanitarian Bidang ADKL Endang Setyoningsih, S.K.M., M.SC ditemui oleh Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Arif Dwi Widodo S.K.M. Tim BBTKLPP Yogyakarta menyampaikan latar belakang, tujuan, metode, tempat, tahapan, dan waktu pelaksanaan kegiatan. Pihak Dinas Kesehatan Kota Surakarta sangat senang dengan adanya kerjasama ini dan siap membantu dalam pelaksanaannya. Koordinasi dengan PT. KAI Solo Balapan bertempat di Kantor Stasiun Solo Balapan.

Tim BBTKLPP Yogyakarta ditemui oleh Bp. Tri, Bp. Gunawan dan Bp. Rian. Kedatangan tim kajian dari BBTKLPP Yogyakarta disambut baik dari pihak stasiun dan siap mendukung pelaksanaan kegiatan. Kegiatan pengambilan sampel direncanakan pada tanggal 23 April 2019. Sedangkan koordinasi di Terminal Tirtonadi tim BBTKLPP Yogyakarta ditemui oleh staf Kantor Pelayanan Terminal, Bp. Eko dan beberapa staf lainnya. Pihak terminal menyetujui dan siap mendukung pelaksanaan kegiatan yang direncanakan pada tanggal 24 April 2019. Kegiatan yang akan dilaksanakan pada saat pengambilan sampel adalah inspeksi kesehatan lingkungan, pengambilan sampel makanan/minuman, usap tangan penjamah, dan usap alat makan terhadap lima penyedia makanan di stasiun dan terminal serta restorasi gerbong kereta api. Selain itu dilakukan pula pengambilan sampel air bersih yang digunakan di stasiun dan terminal. Hasil kajian akan disampaikan sebelum momen arus mudik lebaran sehingga dapat digunakan sebagai bahan untuk pengambilan kebijakan dalam pembinaan dan pengawasan kualitas lingkungan dan makanan pada pedagang di Stasiun Balapan dan Terminal Tirtonadi sehingga risiko KLB dalam arus mudik tidak terjadi.