Pemetaan Wilayah Reseptif Malaria di Kabupaten Fase Pemeliharaan Eliminasi di DIY Tahun 2019


Empat dari lima Kab/kota di DIY sudah dalam fase pemeliharaan eliminasi malaria, yaitu Kab Sleman, Bantul, Gunung Kidul dan Kota Yogyakarta. Meski telah eliminasi, empat daerah ini rentan mengalami penularan kembali malaria indigenous karena mobilitas penduduk dari dan ke daerah endemis yang dapat menjadi pembawa parasit malaria – Plasmodium sp masuk ke wilayah tersebut. Jika agent malaria tersedia dan ditunjang adanya wilayah reseptif maka penularan kembali malaria indigenous sangat dimungkinkan terjadi di empat kab/kota yang sudah eliminasi tersebut. Karena itu, penting dilakukan pemantauan wilayah reseptif, selain surveilans migrasi. Berdasarkan hal tersebut BBTKLPP Yogyakarta melakukan fasilitasi kajian Pemetaan Wilayah Reseptif Malaria di Kab Sleman, Bantul, Gunung Kidul dan Kota Yogyakarta.

Tujuannya adalah mengidentifikasi dan memetakan status reseptifitas wilayah survei. Penentuan reseptifitas wilayah dilakukan dengan cara survei larva. Status reseptifitas ditentukan kualitatif, yaitu reseptif jika di wilayah survei ditemukan larva Anopheles sp, sedangkan non reseptif jika tidak ditemukan larva Anopheles sp. di wilayah survey. Lokasi survei dipilih purposive, berdasarkan kriteria yaitu berbatasan dengan kabupaten endemis/ada riwayat kasus malaria (termasuk kasus impor). Di setiap Kab/kota dipilih dua kecamatan, dan dari setiap kecamatan dipilih dua kelurahan yang memenuhi kriteria. Survey dilaksanakan selama 4 hari untuk setiap kab/kota yaitu: tanggal 5-6 Maret (Paliyan) dan 11-12 Maret (Panggang) di kab Gunung kidul; 12-13 Maret (Kasihan) dan 27-28 Maret (Pundong) di kab Bantul;  1-2 April (Mlati) dan 9-10 April (Ngaglik) di kab Sleman; 4-5 April dan 8-9 April 2019  di kec. Gondokusuman Kota Yogyakarta (Khusus Kota Yogyakarta, 4 kelurahan berasal dari satu kec yaitu Gondokusuman). Survei dilaksanakan tim dari BBTKLPP Yogyakarta, Dinkes Kab/Kota, serta puskesmas dan kader setempat. Hasil Survei menunjukkan tiga wilayah positif larva Anopheles sp (reseptif) yaitu di Kab. Sleman, Gunung Kidul dan Kulon Progo, sedangkan di Kota Yogyakarta negative larva Anopheles sp.