Evaluasi atas Implementasi SAKIP Tahun 2018


Pada tanggal 22 - 26 April 2019 BBTKLPP Yogyakarta menghadiri pertemuan Evaluasi atas Implementasi SAKIP Tahun 2018 di Hotel Horison Bekasi. Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh UPT dan Satker beserta jajarannya di lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

BBTKLPP Yogyakarta juga turut menghadiri pertemuan tersebut dan dihadiri oleh Dr. dr. Irene, MKM (Kepala BBTKLPP Yogyakarta), Dian Trikoriati, ST, SKM, M.P.H (Kabag. Tata Usaha), Dhelina Auza Utami, S.Farm, Apt (Kasubbag Program dan Laporan), Nadia Regina Martanti, SKM (Perencana) dan Ardhiles. Pertemuan SAKIP tersebut di buka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, yaitu Bapak Oscar Primadi, MPH. Hasil penilaian evaluasi SAKIP untuk BBTKLPP Yogyakarta pada tahun ini adalah 98.71 (AA) atau sangat memuaskan. Begitu juga dengan seluruh Satker UPT Ditjen P2P juga mendapatkan status AA pada tahun ini.

Pada tanggal 26 April 2019, Bapak Oscar Primadi, MPH, yang diwakili oleh Ses Itjen Kemenkes  Bapak Heru Arnowo, SH, MM, CFrA, menyampaikan hasil evaluasi atas akuntabilitas kinerja instansi pemerintah kementerian kesehatan 2018 dan beberapa poin penting yang disampaikan antara lain beliau memberikan apresiasi kepada unit-unit yang mendapatkan nilai memuaskan, namun pesan beliau jangan cepat berpuas diri, agar terus dapat berinovasi dan meningkatkan kualitas kerjanya.

Sedangkan bagi unit yang belum mencapai nilai yang memuaskan diminta agar segera berbenah dan memperbaiki diri. Periksa apa yang masih kurang, perbaiki aspek-aspek yang masih lemah. Kalau dirasa perlu tak ada salahnya belajar kepada unit yang lebih baik kinerjanya.

Perbaiki kualitas perencanaan kinerja dengan menyempurnakan indikator tujuan pada Renstra Unit Eselon I, sehingga dapat digunakan untuk mengukur capaian kinerja di jangka menengah (5 tahun), dan tingkatkan kualitas cascade indikator kinerja utama tingkat kementerian dengan unit di bawahnya sampai pada tingkat UPT, SKPD Provinsi Penerima Dana Dekonsentrasi Kesehatan dan individu pegawai (SKP).

Manfaatkan pengukuran capaian kinerja mulai pejabat eselon IV ke atas sebagai dasar pemberian reward dan punishment. Upayakan peningkatan kualitas penerapan Sakip di seluruh unit kerja baik pusat maupun unit di UPT.

Demikian beberapa arahan yang disampaikan oleh Ses Itjen untuk dapat dilaksanakan di seluruh unit dan satuan kerja di lingkungan Kementerian Kesehatan, dan pada hari itu beliau sekaligus menutup acara pertemuan Evaluasi SAKIP.