Pelaksanaan Kegiatan Surveilans Faktor Risiko dalam Arus Mudik di Terminal Tirtonadi, Surakarta Tahun 2019.


Pada tanggal 24 April 2019, tim BBTKLPP Yogyakarta bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Surakarta dan Puskesmas Gilingan serta dipandu oleh petugas Terminal Turtonadi Surakarta melaksanakan inspeksi kesehatan lingkungan dan pengambilan sampel di Terminal Turtonadi Surakarta. Kegiatan ini merupakan tahap utama dari Kegiatan Surveilans Faktor Risiko dalam Arus Mudik di Terminal Tirtonadi Surakarta Tahun 2019.

Titik pelaksanaan kegiatan di terminal terdiri dari lima penyedia makanan/Warung Makan (WM) yaitu  WM Gaul, WN Barokah 2, WM Duta Sari, WM Handayani dan WM Riyan.

Sampel lingkungan yang diambil terdiri dari makanan dan minuman yang dicurigai mengandung bakteri dan bahan berbahaya, usap tangan penjamah, usap alat makan, dan air bersih. Parameter bakteri pada makanan minuman yang diperiksa yaitu Escherichia coli, Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, Salmonella spp., Shigella spp., dan Vibrio cholera. 

Parameter bahan berbahaya pada makanan minuman yang diperiksa yaitu Borax, Formalin, Rodhamin B, dan Methyl Yellow. Parameter pemeriksaan usap tangan penjamah dan usap alat makan yaitu Angka Lempeng Total atau Jumlah Kuman. Parameter pemeriksaan air bersih yaitu bau, TDS, kekeruhan, rasa, suhu, warna, pH, Besi, Fluorida, Kesadahan, Mangan, Nitrat, Nitrit, Sianida, Detergen, Pestisida, Air Raksa, Arsen, Kadmium, Kromium, Selenium, Seng, Sulfat, Timbal, Benzen, Zat organik, Total coliform, dan E. coli.

Hasil inspeksi kesehatan lingkungan menunjukkan masih adanya penjamah/penyaji makanan yang belum menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, peralatan pengolahan makanan dalam kondisi kotor, penyajian makanan dan sarana penjaja makanan yang belum memenuhi persyaratan keamanan pangan.

Hasil pemeriksaan kualitas lingkungan secara laboratorium diharapkan dapat diinformasikan kepada pengelola Terminal Tirtonadi dan stakeholder terkait sebelum hari H  mudik lebaran tahun 2019 guna pencegahan Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat makanan di Terminal Tirtonadi