Rapat Koordinasi Satuan Pengamanan Kantor, Senin, 29 April 2019


Rapat dibuka oleh Kepala BBTKL PP Yogyakarta, DR. dr. Irene, MKM yang memberikan arahan, tentang peran penting Satpam dalam pengamanan kantor dan peningkatan pelayanan publik.

SATPAM SEBAGAI PENGAMAN KANTOR

Instansi/lembaga Pemerintah adalah organisasi pemerintah selain Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berorientasi pada fungsi pelayanan masyarakat, yang menyelenggarakan Satuan Pengamanan.

Anggota Satpam bertugas untuk melaksanakan pengamanan, artinya membuat area menjadi aman. Aman adalah suatu keadaan yang BEBAS DARI GANGGUAN, BEBAS DARI ANCAMAN DAN BEBAS DARI RESIKO.

Gangguan dan ancaman bisa berasal dari dalam dan luar area. Dari dalam seperti : penggelapan (Pencurian oleh karyawan, penghilangan, korupsi, dll), sabotase (perusakan, dll), penggunaan asset tanpa hak, dll. Dari luar seperti pencurian, perampokan, perampasan, premanisme, penyerobotan, demo massa, kerusuhan, dll.

Resiko yang bisa terjadi di tempat kerja diantaranya resiko kecelakaan, keadaan darurat, bencana alam, dll.

Satpam melaksanakan pengamanan di Pos Jaga atau tempat kerja, adalah setiap ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap dimana kegiatan usaha dan fungsi pelayanan publik berlangsung serta terdapat sumber-sumber ancaman dan gangguan keamanan baik fisik maupun non fisik di dalam wilayah negara Republik Indonesia.

Satpam hanya bisa menjalankan fungsinya sebagai pengaman dan penertib di lingkungan kerja nya karena Satpam mengemban tugas kepolisian terbatas baik secara area kerja maupun kewenangannya.

SATPAM DALAM PELAYANAN PUBLIK

Satpam perannya sekarang telah berkembang menjadi frontliner yang membantu pelayanan sempurna sebuah kantor, sehingga harus bersikap yang lebih ramah dan banyak senyum.

Satpam selalu menjadi orang pertama yang ditemui pelanggan saat berinteraksi dengan kantor. Oleh karena itu, kantor yang berorientasi pada pelayanan sempurna, sangat berharap pada penampilan satpam yang lebih profesional, lebih berbahasa tubuh positif, lebih tersenyum, lebih memberikan kesan yang membantu kenyamanan dan keamanan pelanggan. Intinya, satpam harus tampil dengan sikap dan perilaku yang lebih melayani harapan dan kebutuhan pelanggan, tanpa kehilangan identitas sebagai penjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja.

Kesan pertama yang ramah dan membantu pelanggan akan menjadi awal yang baik untuk pelayanan berkualitas. Jadi, seorang satpam, walaupun sudah menunjukkan batas wilayahnya dengan seragam dan atribut yang dipakai. Tetapi, dia haruslah melebur dalam aliran budaya institusi, juga menjiwai nilai-nilai budaya dan nilai-nilai perilaku utama insan institusi, tempat dia mengabdi sebagai satpam.

Kemampuan satpam untuk menciptakan kesan pertama yang positif kepada setiap pelanggan atau pemangku kepentingan lainnya, akan membuat target pelayanan semakin mudah untuk dicapai.

Di samping itu, satpam juga harus bersikap proaktif untuk membantu tugas-tugas customer services supaya pelayanan yang lebih berkualitas dapat diwujudkan dengan baik.

Karakter atau penampilan seorang satpam haruslah ramah, tenang, bersih, rapih, berwibawa, supel, bersahabat, proaktif, membantu, terhubung, dan melayani. Dan semua ini, hanya dapat diwujudkan bila satpam terlatih untuk cerdas emosi dan berpikir lebih positif terhadap wilayah kerjanya.

Sejak mulai membukakan pintu gerbang, satpam harus tampil dengan senyum dan memberikan salam penuh persahabatan.

Pada kesempatan ini juga disampaikan bahwa sesuai dengan Permenkes Nomor 17 Tahun 2018 Tentang Jabatan Pelaksana di Lingkungan Kemenkes, maka Jablak Satpam adalah Petugas Keamanan dengan Kelas Jabatan 5 sementara sebelumnya adalah Grade 3.

Jangan pernah menganggap kecil peran satpam. Siapapun yang tidak melibatkan fungsi satpam untuk peningkatan kualitas pelayanan, maka dia akan gagal untuk memberikan pelayanan sempurna kepada pelanggan.

Semoga dengan peningkatan ini, Satpam di BBTKL PP Yogyakarta dapat memberikan pelayanan yang lebih baik.