Pertemuan Penguatan Jejaring dan Sosialisasi Kewaspadaan Dini Cacar Monyet (Monkey Pox) di BTKL PP Kelas I Batam


Pertemuan diawali dengan penyampaian Laporan Pelaksanaan oleh Keoala BBTKL Batam, Slamet Mulsiswanto, SKM, M.Kes, bahwa untuk Kesiapsiagaan dan Jejaring BBTKL PP Kelas I Batam Dalam Menghadapi Kewaspadaan Dini Penyakit Cacar Monyet (Monkey Pox), BBTKL PP Batam melaksanakan kegiatan ini.

Dilanjutkan dengan sambutan selamat datang dari Kepala Dinas Kota Batam dr. Didi Kusmarjadi, Sp.OG dan sambutan dari Kepala Dinas Provinsi Kepulauan Riau DR. H.  Tjetjep Yudiana, M.Kes, sekaligus membuka acara secara resmi.

Presentasi Pertama dissmpaikan oleh dr. Chita Septiawati, MKM (Subdit Penyakit Infeksi Emerging) dimoderatori oleh Kepala BBTKL PP Jakarta, Zainal Ilyas Nampira, SKM, M.Kes, dengan beberapa hal yang disampaikan :

  1. Monkeypox pertama kali ditemukan tahun 1958 di Denmark ketika ada dua kasus seperti cacar muncul pada koloni kera yang dipelihara untuk penelitian, sehingga cacar ini dinamakan 'monkeypox.'
  2. Monkeypox merupakan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang ditularkan oleh virus ke manusia dari hewan seperti monyet dan hewan pengerat (rodent) melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh atau lesi kulit hewan yg terinfeksi, dan mengonsumsi daging hewan liar yang terkontaminasi (bush meat).
  3. Penularan antar manusia sangat mungkin, namun jarang. 
  4. Virus monkeypox dapat ditularkan ke manusia ketika ada kontak langsung dengan hewan terinfeksi (gigitan atau cakaran), pasien terkonfirmasi monkeypox, atau bahan yang terkontaminasi virus (termasuk pengolahan daging binatang liar). Masuknya virus adalah melalui kulit yang rusak, saluran pernapasan, atau selaput lendir (mata, hidung, atau mulut).
  5. Masa inkubasi : biasanya 6 – 16 hari, tetapi dapat berkisar dari 5 – 21 hari
    -    Fase Prodromal (1-3 hari) : Demam, Sakit kepala hebat, Limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), Nyeri punggung, Nyeri otot dan lemas.
    -    Fase erupsi (Fase paling infeksius) : Ruam atau lesi pada kulit biasanya dimulai dari wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya secara bertahap; mulai dari: bintik merah seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening (blister), lepuh berisi nanah (pustule), kemudian mengeras (krusta) atau keropeng lalu rontok. Biasanya diperlukan waktu hingga 3 minggu sampai periode lesi tersebut menghilang dan rontok.
  6. Monkeypox biasanya merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung selama 14 – 21 hari.
  7. Secara klinis, sulit dibedakan dengan penyakit ruam lain, seperti cacar Smallpox (meskipun sudah dieradikasi), cacar air, campak, infeksi kulit akibat bakteri, kudis, sifilis, dan alergi terkait obat.
  8. Diagnosis tepat hanya dapat dilakukan secara pasti melalui pemeriksaan laboratorium rujukan.
  9. Spesimen diagnostik yang optimal berasal dari lesi - usapan cairan dari eksudat lesi atau kRUSTA yang disimpan dalam tabung kering dan steril (tidak menggunakan media transportasi virus / VTM) dan harus dijaga agar tetap dingin.
  10. Darah dan serum dapat digunakan tetapi seringkali tidak dapat disimpulkan karena durasi viremia yang pendek dan TIMING pengumpulan spesimen.
  11. Untuk menafsirkan hasil tes, sangat penting untuk melengkapi informasi pasien pada pengantar spesimen, seperti: perkiraan tanggal timbulnya demam, tanggal timbulnya ruam, tanggal pengumpulan spesimen, status saat ini dari individu (tahapan ruam), dan usia.
  12. Perawatan penderita monkey pox
    -    Tidak ada pengobatan khusus atau vaksinasi yang tersedia untuk infeksi virus monkeypox.
    -    Pengobatan simptomatik dan supportif dapat diberikan untuk meringankan keluhan yang muncul.
    -    Pasien Monkeypox dapat dirawat di ruang isolasi untuk mencegah penularan terutama pada fase erupsi.
    -    Biasanya pasien berada dalam kondisi penurunan daya tahan tubuh, sehingga rentan terkena infeksi nosocomial.
  13. Pencegahan monkey pox
    -    Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan dengan air dan sabun, atau menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.
    -    Menghindari kontak langsung dengan tikus atau primata dan membatasi pajanan langsung dengan darah atau daging yang tidak dimasak dengan baik.
    -    Menghindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau material yang terkontaminasi, termasuk tempat tidur atau pakaian yang sudah dipakai penderita.
    -    Menghindari kontak dengan hewan liar atau mengkonsumsi daging yg diburu dari hewan liar (bush meat)
    -    Pelaku perjalanan yang baru kembali dari wilayah terjangkit agar segera memeriksakan dirinya jika mengalami gejala-gejala demam tinggi yang mendadak, pembesaran kelenjar getah bening dan ruam kulit, dalam waktu < 3 minggu setelah kepulangan, dan menginformasikan riwayat perjalanannya
    -    Petugas kesehatan agar menggunakan sarung tangan, masker dan baju pelindung saat menangani pasien atau binatang yang sakit.
  14. Public Health Emergency Operation Centre (PHEOC)
    -    Telp      :    0214257125 - 02142877588
    -    WA            :    0878-0678-3906
    -    Surel    :     poskoklb@kemkes.go.id

Presentasi Kedua dissmpaikan oleh Triyani S, S.Si (Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan 2019) dimoderatori oleh Kepala BBTKL PP Yogyakarta, DR. dr. Irene, MKM tentang Tata Cara Penanganan Sample Cacar Monyet (Monkey Pox) mnb dengan beberapa hal yang disampaikan :

  1. Jenis sampel :
    -    Prodrome (gejala awal/onset): swab jaringan tonsil, swab nasofaringeal, serum akut dan whole blood
    -    Ruam: lesi dari berbagai lokasi di tubuh atau dari lesi yang tampak berbeda dengan lesi lainnya.
    -    Makula atau papula : swab jaringan tonsil, biopsi lesi, serum akut dan whole blood
    -    Vesikel (gelembung) atau pustule (bintil): cairan lesi, biopsi lesi, atau lesion roof, serum akut dan whole blood.
    -    Keropeng atau kerak : lesi keropeng atau kerak, serum akut dan whole blood.
    -    Post-rash (pasca ruam): serum konvalesen
  2. Jenis sampel untuk pemeriksaan PCR : Swab nasofaringeal, swab vesicular lesi dan serum
  3. Standar keamananan laboratorium minimum untuk pemeriksaan Monkeypox adalah BSL-2 dengan standar tata laksana BSL-3.
  4. Alat Pelindung Diri (APD) yang diperlukan : sarung tangan, jas lab sekali pakai (disposable), masker, pelindung wajah.
  5. Metode pemeriksaan : Polymerase Chain Reaction, ELISA
  6. Defenisi Kasus Cacar Monyet
    -    Tersangka monkeypox (suspected case):
    Penderita dengan riwayat demam akut, diikuti dengan ruam vesiculopustular pada wajah, telapak tangan dan kaki.
    -    Kasus terkonfirmasi (Confirmed case):
    Kasus tersangka dengan hasil konfirmasi laboratorium positif yang dibuktikan dengan IgM positif, PCR, atau isolasi virus)
    -    Kasus Kontak (Contact Case)
    Seseorang yang tidak memiliki gejala namun memiliki riwayat dan sedang kontak dengan kasus tersangka atau cairan tubuh dari penderita dalam waktu 3 (tiga) minggu terakhir (misal dengan cairan luka, cairan mulut, sisa kunyahan makanan, urine, tinja, muntahan, darah, atau kontak seksual)
  7. Pengiriman specimen dengan menyertakan formulir (terlampir)
    -    Formulir harus diisi lengkap
    -    Formulir harus dikirimkan bersama dengan spesimen
  8. Pengambilan Spesimen
    -    Jenis spesimen pemeriksaan : Swab nasopharyngeal, Swab vesicular lesi, Serum.
    -    Alat Pelindung Diri : Gloves, Jas Lab, Masker, Google atau penutup muka
  9. Swab Lesi (Krusta, Cairan Luka)
    -    Alat : Tabung steril 1.8ml cryotube, Swab dacron steril, Label, Jarum 26 G atau scalpel, Saline steril, Kasa steril
    -    Cara Pengambilan Spesimen
    •    Posisikan penderita pada posisi nyaman
    •    Usap lesi dengan kasa yang dibasahi saline
    •    Pecahkan lesi dengan jarum/scapel
    •    Apus cairan lesi dari dasar lesi dengan dacron steril
    •    Masukkan swab ke dalam tabung steril tanpa medium (kering)
    •    Simpan suhu 4-8oC
    •    Kirimkan spesimen segera pada suhu 4-80C.
  10. Swab Nasopharyngeal
    -    Alat
    •    Swab dacron steril
    •    Tabung steril ukuran 1.8 ml
    •    Label
    -    Cara Pengambilan
    •    Siapkan swab dacron steril.
    •    Penderita duduk (kalau anak-anak dipangku), kepala ditengadahkan sampai muka menghadap keatas
    •    Masukkan swab ke hidung agak dalam, diamkan beberapa detik lalu putar sambil swab ditarik  keluar
    •    Masukkan swab ke tabung steril tanpa medium (kering).
    •    Simpan pada suhu 4-80C dan segera kirimkan
  11. Pengambilan serum
    -    Alat
    •    tourniquet
    •    jarum disposable
    •    vacutainer
    •    holder plastic untuk jarum
    •    kapas alkohol
    •    band-aid
    •    tempat sampah biologis
  12. Pengepakan dan Pengiriman (terlampir)
  13. HASIL KRITIS, Hubungi PHEOC di +6287806783906

Selanjutnya dilakukan Diskusi dan Tanya Jawab dan diambil kesepakatan untuk Kesiapan Menghadapi Kewaspadaan Dini Penyakit Cacar Monyet (Monkey Pox)