Pertemuan Rencana Perluasan Cakupan Surveilans Japanese Encephalitis di D.I. Yogyakarta


Japanese Encephalitis (JE) adalah penyakit peradangan otak yang disebabkan oleh virus JE yang termasuk Arbovirus grup B dari famili Flaviviridae. Virus JE ditularkan oleh nyamuk, terutama dari genus Culex. Siklus hidup virus melibatkan burung air dan hewan ternak sebagai reservoir. 

Gejala awal JE ditandai dengan demam tinggi mendadak, diikuti nyeri kepala, penurunan kesadaran, kejang, fotopobia dan muntah-muntah. Infeksi JE bisa berkembang menjadi ensefalitis, dan pada kondisi tersebut Case Fatality Rate (CFR) bisa mencapai 30% dan dapat meninggalkan gejala sisa.

Indonesia merupakan daerah endemis JE. Sejak tahun 2014, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah memulai pelaksanaan Surveilans Sentinel JE (S3JE) untuk mengidentifikasi besaran permasalahan dan karakteristik kasus JE di Indonesia. Saat ini, S3JE dilaksanakan di 11 provinsi di Indonesia, termasuk di DIY dan Provinsi Jawa Tengah. Di DIY, RS sentinel yang ditunjuk adalah RSUP Dr. Sardjito, sedangkan di Provinsi Jawa Tengah adalah RSUP Dr Kariadi. Sejak tahun 2018, BBTKLPP Yogyakarta terlibat sebagai pelaksana surveilans dan laboratorium penguji spesimen suspek kasus JE.

Pada tahun 2019 ini, akan dilaksanakan pengembangan jejaring S3JE di DIY, dengan melibatkan lebih banyak rumah sakit sebagai sentinel. Untuk itu, pada tgl 17 Mei 2019, petugas Sub Direktorat Arbovirosis Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis (P2PTVZ) Kementerian Kesehatan RI dan BBTKLPP Yogyakarta melakukan advokasi untuk penguatan S3JE di DIY ke Dinas Kesehatan DIY. Tim S3JE yang dipimpin oleh Kepala Sub Direktorat Arbovirosis (dr. Guntur Argana, M.Kes.) ditemui oleh Kepala Dinas Kesehatan DIY (drg. Pembayun Setyaning Astutie M.Kes.), Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes DIY (drh. Berty Murtiningsih, M.Kes.), dan Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Dinkes DIY (Trisno Agung Wibowo, S.K.M., M.Kes.). Dalam pertemuan tersebut, didiskusikan mengenai rencana Sosialisasi Penguatan S3JE dan pemilihan rumah sakit sentinel tambahan untuk kepentingan tersebut.

Pada akhir pertemuan, disepakati bahwa sosialisasi akan dilaksanakan pada minggu ke-3 bulan Juni 2019 dengan melibatkan RSUD dari lima kabupaten/kota dan beberapa rumah sakit swasta di DIY. Rumah sakit yang akan dilibatkan di S3JE akan ditentukan berdasarkan data sekunder dari kegiatan S3JE tahun-tahun sebelumnya, dan jumlah rumah sakit yang akan dilibatkan akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.