Penguatan Petugas Kesehatan / Kesehatan Hewan Dalam Penanggulangan KLB Antraks, Hotel Cyka Raya, Wonosari, Gunung Kidul, DIY


Penyakit Antraks adalah termasuk salah satu penyakit Zoonosa yang disebabkan oleh Bacillus anthracis terutama pada hewan memamah biak (sapi dan kambing). Penyakit Antraks atau disebut juga Radang Lympha, Malignant pustule, Malignant edema, Woolsorters disease, Rag pickers disease, Charbon. Kata Antraks dalam bahasa Inggris berarti Batubara, dalam bahasa Perancis disebut Charbon, kedua kata tersebut digunakan sebagai nama penyakit pada manusia yang ciri utamanya ditandai dengan luka yang rasanya pedih, ditengahnya berwarna hitam seperti batu bara.

Penyakit Antraks merupakan salah satu penyakit menular yang dapat menimbulakan wabah, sesuai dengan undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dan Peraturan Menteri Kesehatan No. 1501 tahun 2010.

Penanggulangan KLB antraks diarahkan untuk memutuskan rantai penularan baik dari hewan, produk hewan atau tanah tercemar ke manusia, pengobatan dini penderita serta mencegah penyebaran antraks ke wilayah lain.

Penanggulangan KLB diprioritaskan pada pengobatan dini penderita dengan pengobatan yang sesuai standar, penanggulangan KLB antraks pada hewan penular serta produk hewan tercemar sehingga terputusnya mata rantai penularan, serta manajemen hewan tersangka dan produk hewan tercemar.

Penanggulangan KLB antraks merupakan upaya terpadu antara sektor kesehatan dengan sektor kesehatan hewan.

Penyuluhan masyarakat tentang antraks dan upaya penanggulangannya, merupakan sesuatu yang sangat penting dilakukan. Setiap orang yang menderita penyakit dengan gejala-gejala antraks segera berobat ke Puskesmas atau RS terdekat.

Pada daerah yang belum pernah terjangkit KLB antraks, petugas belum terlatih untuk mengidentifikasi adanya kasus antraks, diagnosis antraks sering rancu dengan penyakit kulit dan penyakit perut lainnya, oleh karena itu pelatihan singkat terhadap petugas perlu dilakukan.

Sebagai bentuk Kewaspadaan Dini terutama untuk Deteksi Dini dan Tata Laksana, BBTKL PP Jogjakarta melaksanakan kegiatan Penguatan ini. Peserta pada kegiatan ini berasal daei Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian Provinsi DIY, Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Kidul, Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo dan Pimpina Puskesmas se Kabupaten Ginung Kidul sebanyak 35 peserta.

Kegiatan diawali  dengan laporan pelaksanaan yang disampaikan oleh Kabid SE BBTKL PP Jogjakarta, Sayekti Udi Utama, SKM, M.Kes dan dilanjutkan dengan sambutan selamat datang dan arahan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul, dr. Dewi Irawaty, M.Kes.

Selanjutnya disampaikan arahan dan pembukaan oleh Kepala BBTKL PP Jogjakarta, DR. Dr. Irene, MKM.

Materi yang disampaikan dalam pertemuan ini adalah:

1. Konsep One Health dalam Penanggulangan Antraks oleh Kepala BBTKL PP Jogjakarta, DR. Dr. Irene, MKM

2. Situasi Penyakit Antraks di Kabupaten Gunung Kidul oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul, dr. Dewi Irawaty, M.Kes.

3. Tata Laksana Antraks Pada Hewan oleh Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian DIY, drh. Anung Endah Suwasti.

4. Deteksi Dini dan Tata Laksana Antraks pada manusia oleh dr. Dhani Redhono Haryoputro, SpOD dari RS Moewardi Solo.

5. Surveilans Penyakit Antraks oleh Subdit Zoonosis Ditjen P2P, Rahmadona

Dalam upaya menanggulangi KLB antraks di lapangan perlu kerjasama yang baik antara masyarakat, petugas Puskesmas, Rumah Sakit, Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian termasuk laboratorium.

Pada saat yang sama di tempat yang berbeda, BBVET Wates melaksanakan Bimbingan Teknis Vaksinasi Antraks pada Petugas Kesehatan Hewan.