Launching Program Percontohan Nasional Terminal Sehat dan Peresmian Hasil Penataan Fasilitas Umum Terminal Tipe A Tirtonadi Kota Solo


Guna meningkatkan kenyamanan, keamanan dan keselamatan di Terminal Tipe A Tirtonadi Kota Solo, Kementerian Perhubungan melakukan peningkatan kualitas pelayanan dan infrastruktur baik sarana maupun prasarana.

Upaya peningkatan kualitas pelayanan dilakukan melalui Program Menuju Terminal Sehat, yang merupakan kerjasama antara Kementerian Kesehatan dengan Kementerian Perhubungan dimana Terminal Tipe A Tirtonadi Kota Solo menjadi terminal percontohan nasional menuju terminal sehat.

Launching Program Percontohan Nasional Terminal Sehat dan Peresmian Hasil Penataan Fasilitas Umum di Terminal Tipe A Tirtonadi Kota Solo dilaksanakan atas kerjasama Kementerian  Perhubungan, Kementerian Kesehatan dan jajarannya (Direktorat Kesehatan Lingkungan, Direktorat KesjaOR dan BBTKL PP Jogjakarta), Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Kota Surakarta serta PT. Mandiri (Persero) Tbk dan PT. Unilever Indonesia Tbk.

Bentuk kerjasama ini berupa pemasangan stiker tanda keamanan pangan dari Kementerian Kesehatan pada 150 gerai makanan yang telah memenuhi standar kesehatan dan pemasangan tempat cuci tangan, wastafel dan pengering masing-masing sebanyak 55 buah.

Hadir dalam kegiatan ini, Sesjen Kementerian Perhubungan Dr.Ir. DJoko Sasono, M.Sc (Eng), Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan dr. Kirana Pritasari, MQIH, Direktur Prasarana Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan Mohamad Risal Wasal, ATD, MM, Direktur Kesehatan Lingkungan dr. imran Agus Nurali, SpOK, Kepala BBTKL PP Jogjakarta, DR. dr. Irene, MKM, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Kabid Kesmas dr Wahyu Setianingsih, M. Kes. serta Senior Vice President PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Dadang Ramadhan dan perwakilan dari Unilever Indonesia.

Sebagai tuan rumah, hadir mewakili Walikota Solo Kepala Dinas Perhubungan Hari Prihatno, Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo dr. Siti Wahyuningsih beserta jajarannya, Kepala Terminal Tipe A Tirtonadi Kota Solo Joko Supriyanto dan Seluruh OPD terkait.

Disampaikan oleh Sesjen Kementerian Perhubungan, dengan kerjasama ini diharapkan, selain meningkatkan kenyamanan, keamanan dan keselamatan di terminal namun juga mewujudkan salah satu mimpi Kementerian Perhubungan untuk membangun "Terminal Rasa Bandara" dimana di terminal sebagaimana bandara ini dibangun dengan tiga zona yang memberikan layanan sebagaimana dibutuhkan oleh masyarakat. Sehingga hal ini mampu merubah persepsi dan cara pandang masyarakat akan keberadaan dan fungsi terminal.

Sebagai salah satu perwujudan peningkatan infrastruktur transportasi, Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan PT. Mandiri (Persero) Tbk untuk melakukan penataan fasilitas umum di Terminal Tipe A Tirtonadi Kota Solo. Kerjasama ini dilakukan dalam bentuk penyerahan bantuan penataan fasilitas umum dari PT. Mandiri (Persero) Tbk kepada Kementerian Perhubungan sejumlah Rp 1 milyar yang digunakan untuk penataan 155 (seratus lima puluh lima) kios dan gapura selamat datang di lingkungan terminal.

Selain itu juga dilakukan kerjasama dengan PT. Unilever Indonesia, Tbk yang berpartisipasi untuk pembanguan westafel tempat cuci tangan dan pengering.

Sesjen Kemenhub dan Dirjen Kesmas juga berkesempatan mengunjungi Klinik Laktasi dan melakukan rampcheck salah satu bus serta turut memantau tes kesehatan para pengemudi bus.

BBTKL PP Jogjakarta mengambil peran dalam persiapan pra launching dengan melakukan Surveilans Faktor Resiko Penyakit Dalam Arus Mudik yang bertujuan memberikan gambaran kualitas lingkungan dan makanan minuman yang disajikan di tempat pengelolaan/penyediaan makanan di stasiun dan terminal di Kota Surakarta yang menjadi faktor risiko penyakit berpotensi KLB dengan melakukan wawancara/survei, observasi, inspeksi kesehatan lingkungan, pengambilan dan pengujian contoh uji serta melakukan pembinaan di Stasiun Solo Balapan (Kereta Makan Malioboro Expres, WM. Ibu Tutik Ruwatiningsih, WM Ibu Ngatini, Java Coffee dan Twin Restora) dan di Terminal Tipe A Tirtonadi (WM Gaul, WM Barokah II, WM Duta Sari, WM Handayani dan  Riya).

Untuk Terminal Tipe A Tirtonadi hasilnya adalah sebagai berikut:

- Hasil inspeksi kesehatan lingkungan 100% baik

- Hasil Pemantauan Penjamah/Penyaji Makanan hampir seluruhnya memenuhi syarat kecuali dalam menjaga kebersihan tangan, rambut, kuku, dan pakaian yang pada awalnya tidak memenuhi syarat, setelah dilakukan pembinaan sudah memenuhi syarat).

- Hasil Pemantauan Alat makan memenuhi syarat setelah melakukan pembinaan pada cara mengeringkan dan lap beraih serta penyimpanan peralatan makan.

- Hasil Pemantauan Bahan Makanan, Bahan Tambahan seluruhnya memenuhi syarat dan untuk Penyajian dilakukan pembinaan pada pembungkusan makanan yaitu agar selalu menjaga makanan jajanan yang dijajakan dalam keadaan terbungkus dan atau tertutup, pembungkus yang digunakan dan atau tutup makanan jajanan dalam keadaan bersih dan tidak mencemari makanan, tidak mudah ditiup angin, pengangkutannya dalam wadah terrutup dan tidak lebih dari 6 jam.

- Hasil Pemantauan sarana penjaja makanan, hampir seluruhnya memenuhi syarat, hanya 1 Warung Makan yang dilakukan pembinaan untuk menyediakan tempat air bersih, tempat sampah dan tempat peralatan makan.

- Hasil Pengujian Contoh Uji Makanan/Minuman Parameter mikrobiologi hampir tidak ditemukan Kuman kecuali E. coli

- HASIL pemeriksaan air bersih parameter fisik, kimia dan biologi dan usapan masih membutuhkan pembinaan.


Selain itu BBTKL PP Jogjakarta juga membantu dalam pemeriksaan Faktor Resiko Kecelakaan Lalu Lintas (KLL) melalui pemeriksaan kesehatan Pengemudi.

Bersinerginya pemerintah (Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perhubungan) dalam rangka membangun suatu pelayanan yang terintegrasi, didukung dengan hadirnya BUMN untuk negeri (PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk) dan pihak swasta (PT. Unilever Indonesia, Tbk) memberikan warna yang lebih semarak dalam membangun pelayanan publik yang lebih baik.

Dihimbau kepada pihak-pihak terkait yang mengelola terminal ini agar selalu mengawal aspek yang berkaitan dengan keselamatan, kenyamanan, keamanan pada Terminal Tirtonadi.