Pemantauan dan Evaluasi Arus Mudik Lebaran Bersama Dirjen Kesmas, dr. Kirana Pritasari, MQIH


Mudik adalah kegiatan perantau/pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran. Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orang tua.

Transportasi yang digunakan antara lain : pesawat terbang, kereta api, kapal laut, bus, dan kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor, bahkan truk dapat digunakan untuk mudik. Jumlah mudik lebaran yang terbesar dari Jakarta adalah menuju Jawa Tengah.

Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, dr. Kirana Pritasari, MQIH, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DIY, drg. Pembayun Setyaning Astutie, M.Kes, Kepala BBTKL PP Yogyakarta, DR. dr. Irene, MKM dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, dr. Fita Yulia Kisworini,M.Kes bersama tim terpadu melakukan pemantaua dan evaluasi arus mudik 2019 / 1440 H.

Rangkaian kegiatan ini didahului dengan Rapat Koordinasi di Dinas Kesehatan Provinsi DIY, dilanjutkan dengan pemantauan ke RSUD Wirosaban, Puskesmas Jetis, Pos PAM Tutu, Poskes dan Bankom BBTKL PP Yogyakarta, Puskesmas Gamping I dan Terminal Giwangan.

Fokus pemantauan ini adalah memastikan kegiatan pelayanan kesehatan pada fasilitas yang ada dan pada tempat-tempat yang diperlukan pada jalur angkutan lebaran berjalan sebagaimana mestinya.

Sebelum arus mudik dimulai, Kementerian Kesehatan susan multi melakukan penanganan pra kecelakaan meliputi promosi dan peningkatan kesehatan pengemudi pada keadaan/situasi khusus dan penanganan pasca kecelakaan dengan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT).

Pada saat arus mudik, dilakukan pengendalian penyakit dan faktor risiko kesehatan pada arus mudik untuk menurunkan kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat kecelakaan, melalui:

- Kesiapsiagaan penyelenggaraan kesehatan arus mudik

- Koordinasi penyelenggaraan kesehatan arus mudik antara lintas program dan lintas sektor terkait

- Akses pelayanan kesehatan pada arus mudik

- Pengendalian penyakit, kecelakaan, dan pencegahan KLB yang merupakan dampak kegiatan arus mudik

- Upaya pengendalian kesehatan lingkungan di tempat-tempat umum (TTU) dan tempat pengolahan makanan (TPM)


Dalam kesempatan terse but, Dirjen Kesmas juga memantau kesiapsiagaan pelayanan kesehatan ibu dan anak pada saat libur lebaran, termasuk jumlah ibu yang akan melahirkan sert pemantauan terhadap klinik laktasi.

Untuk pemantauan kesiapsiagaan penyelenggaraan kesehatan arus mudik dan akses pelayanan kesehatan pada arus mudik, dilakukan kunjungan ke RSUD Wirosaban, Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta dan Puskesmas Gamping I Kabupaten Sleman.

Untuk pemantauan pengendalian penyakit, kecelakaan, dan pencegahan KLB yang merupakan dampak kegiatan arus mudik dan upaya pengendalian kesehatan lingkungan di tempat-tempat umum (TTU) dan tempat pengolahan makanan (TPM) dilakukan kunjungan ke Terminal Bus Tipe A Giwangan, yang mana Pemantauan Kesehatan Pengemudi sudan dilakukan pada tanggal 29 Mei 2019 dan pada saat ini terdapat Pos Kesehatan di Terminal yang dilakukan oleh Terminal bekerjasama dengan Kepolisian dan Jasaraharja. Pada kesempatan ini Dirjen Kesmas juga berkesempatan melakukan pemantauan ke kaos-kios penjaja makanan di Terminal Giwangan.

Untuk pemantauan koordinasi penyelenggaraan kesehatan arus mudik antara lintas program dan lintas sektor terkait, dilakukan pemantauan ke Pos PAM Tugu dan Poskes dan Bankom BBTKL PP Yogyakarta.

Poskes dan Bankom BBTKL PP Yogyakarta, posko ini merupakan banana BBTKL PP Yogyakarta, yang terselenggara dengan koordinasi dengan PARKIT, Dinkes Provinsi DIY, PMI DIY, SBH Kwarda DIY, Dinkes Kabupaten Bantul, BPBD Bantul, Kecamatan Sedayu, Polsek Sedayu, Koramil Sedayu, Puskesmas Sedayu 1, SMA Dharma Amiluhur, Mesjid Al Inayah, FKRB Desa Argomulyo dan Linmas Desa Argo Mulyo, yang menyediakan fasilitas berupa ruang pelayanan P3K dan pemeriksaan kesehatan sederhana, ruang istirahat dan ruang menyusui dalam bentik tenda seria ambulans untuk merujuk kasus kesehatan, serta sarana komunikasi Radio Antar Penduduk.

Secara keseluruhan sequa aspel kesiapsiagaan pelayanan di Provinsi die such sesuai dengan yang diharapkan, tetapi tetapi harus dilakukan pemantauan dan evaluasi secara berjenjang.