Rapat Evaluasi Antisipasi Kesiapsiagaan Lebaran Tingkat DIY Tahun 2019


Meningkatnya jumlah pengguna jalan pada saat arus mudik lebaran dapat menimbulkan masalah di bidang kesehatan. Kondisi ini perlu penanganan serius, cepat, dan tepat dari semua instansi terkait. Hal ini diatur dalam Instruksi Presiden No. 4 tahun 2013 tentang program Dekade Aksi Keselamatan Jalan. Selain itu, Kementerian Kesehatan melalui Instruksi Presiden R.I. No 3 Tahun 2004 mengenai Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran terpadu mempunyai tugas dan bertanggung jawab untuk meningkatkan kegiatan pelayanan kesehatan pada fasilitas kesehatan yang ada dan pada tempat yang diperlukan pada jalur angkutan lebaran antara lain dengan menempatkan pos-pos kesehatan statis dan mobile pada lokasi-lokasi rawan kemacetan dan kecelakaan, peningkatan efektifitas penanganan korban kecelakaan. Di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), masa antisipasi kesiapsiagaan lebaran dilaksanakan dari H-7 s.d. H+7 lebaran.

Sebagaimana Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/Menkes/292/2019 Tentang Penyelenggaraan pelayanan kesehatan pada situasi khusus Libur keagamaan tahun 2019 dan tahun baru 2020, maka kegiatan antisipasi kesiapsiagaan lebaran di wilayah DIY yang dilaksanakan oleh berbagai lintas sektor diantaranya adalah sbb:

  1. Pembentukkan Pos Kesehatan yang dikelola oleh dinas kesehatan daerah kabupaten/kota setempat.
  2. Penyiapan dan kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan dan Public Safety Center (PSC) 119
  3. Pemberian pelayanan kesehatan 24 jam di puskesmas dan rumah sakit di sepanjang jalur mudik, mudik balik dan lokasi wisata
  4. Penyiapan Tim Gawat Darurat dan Evakuasi Medik untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan dan kondisi darurat lainnya serta fasilitasi akses ke lokasi kecelakaan;
  5. Pemeriksaan kesehatan untuk deteksi dini faktor risiko kecelakaan pada pengemudi bus antar kota antar provinsi di terminal bus dan pool pemberangkatan dilakukan oleh tim kesehatan dari dinas kesehatan daerah kabupaten/ kota
  6. Pemantauan data tentang morbiditas dan mortalitas penyakit dalam periode arus mudik memanfaatkan sistem Kewaspadaan Dini KLB dan Surveilans penyakit;
  7. Pemeriksaan faktor risiko kesehatan di tempat umum, khususnya di rumah makan serta tempat wisata sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit;

Dengan berakhirnya masa antisipasi kesiapsiagaan lebaran yang dilaksanakan dari H-7 s.d. H+7 lebaran, Dinas Kesehatan DIY menyelenggarakan pertemuan Evaluasi Antisipasi Kesiapsiagaan Lebaran Tingkat DIY Tahun 2020 pada tanggal 19 Juni 2019. Peserta pertemuan terdiri dari berbagai lintas lintas sector terkait di DIY yaitu Dinas kesehatan dari lima kab/kota di DIY, PMI DIY dan PMI dari lima kabupaten/kota di DIY, BPJS, PT Jasa Raharja, DAOP VI PT.KAI, Polda DIY, Satpol PP dan Linmas DIY, Pusbankes 118 DIY, Dinas Perhubungan DIY, RS di DIY dan BBTKLPP Yogyakarta. Dari BBTKLPP Yogyakarta diwakili oleh Kasie Advokasi dan KLB untuk hadir dalam pertemuan yang Bertempat di Aula A Dinas Kesehatan DIY, Jl. Gondosuli 6 Kota Yogyakarta. Pertemuan dibuka oleh Kasie kesdas, Rujukan dan Kesehatan Khusus, dr. Fitri Indah Setyawati, M.Sc yang langsung dilanjutkan dengan penyampaian hasil pelaksanaan kegiatan kesiapsiagaan mudik lebaran oleh masing-masing instansi yang hadir. Dari hasil penyampaian data yang disampaikan oleh peserta yang hadir diketahui bahwa tingkat fatalitas kecelakaan mengalami penurunan,  namun bila dilihat Dari angka kejadian terjadi peningkatan jumlah korban kecelakaan lalu lintas di DIY tahun 2019 dibandingkan tahun 2018. Data PT Jasa Raharja mencatat ada 201 korban (25 diantaranya MD) di tahun 2019 dan di tahun 2018 ada 157 korban (25 diantaranya MD). Sedangkan di lokasi Pariwisata tercatat tingginya jumlah korban sengatan ubur-ubur. Untuk itu perlunya protap untuk tata laksana korban sengatan ubur-ubur. Selama ini penanganan korban sengatan ubur-ubur dengan disiram cuka pada bekas sengatan, sedangkan cuka bukan termasuk bahan medis sehingga tidak bisa diklaim. Selain itu, di lapangan seringkali yang menangani tim sar yang seringkali bukan merupakan tenaga kesehatan. Untuk itu penting untuk segera disusun protap untuk penanganan korban sengatan ubur-ubur. Dari BBTKLPP Yogyakarta, menyampaikan hasil operasional Poskes dan Bankom BBTKLPP Yogyakarta yang berlokasi di Jl. Wates dari tgl. 31 Mei s.d. 7 Juni 2019. Disampaikan bahwa jumlah KLL yang ditangani di Poskes ada 1 kejadian dan jumlah pemudik yang mengunjungi Poskes sejumlah lima rombongan. Terjadianya penurunan jumlah pengunjung ini dimungkinkan karena adanya tol trans jawa yang telah beroperasi dimana pintu keluar Tol ada di Kabupaten Boyolali sehingga berdampak pada menurunnya jumlah pemudik yang lewat di jalan wates. Untuk itu disarankan untuk tahun depan, mungkin lokasi Poskes dan Bankom BBTKLPP Yogyakarta bisa dipertimbangkan untuk dipindah di wilayah yang banyak dilewati pemudik.