Diseminasi Hasil Kegiatan Surveilans Faktor Risiko Penyakit Zoonosis yang Berpotensi KLB Di Kabupaten Bantul


Diseminasi hasil kegiatan Surveilans Faktor Risiko Penyakit Zoonosis yang Berpotensi KLB di Kabupaten Bantul dilakukan untuk menyampaikan hasil pelaksanaan kegiatan kepada lintas sektor terkait dan sebagai sarana untuk melakukan advokasi terkait tindakan penanggulangan penyakit zoonosis yang berpotensi KLB di Kabupaten Bantul. Diseminasi dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2019 di Aula BBTKLPP Yogyakarta. Pertemuan dihadiri 25 orang berasal dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Kabupaten Bantul, Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, Puskesmas Pleret, Puskeswan Pleret, RPH Segoroyoso, Pemerintah Kecamat Pleret, Pemerintah Desa Segoroyoso, Kelompok Ternak Sapid dan Kambing, dan BBTKLPP Yogyakarta.

Pertemuan dibuka oleh Kepala Seksi Advokasi dan KLB, Ibu Dien Arsanti, S.K.M., M.Env. dan Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Bapak dr. Sri Wahyu Joko Santoso. Acara dilanjutkan dengan presentasi hasil surveilans faktor risiko lingkungan penyakit antraks yang dilakukan di Kabupaten Bantul oleh tim kegiatan BBTKLPP Yogyakarta, Pama Rahmadewi, S.K.M. Hasil kajian menunjukkan bahwa pH sampel tanah di TPH, RPH, dan kandang ternak di wilayah Desa Segoroyoso tempat kajian dilakukan berkisar antara 3 – 5, di bawah pH optimal (pH : 6) untuk bakteri Antraks dapat membentuk spora dan bertahan hidup pada jangka waktu lama. Seluruh sampel lingkungan berupa tanah, air, dan usap permukaan/lantai tempat pemotongan ternak dari TPH, RPH, dan kandang ternak di wilayah Desa Segoroyoso negatif Bacillus anthracis. Dalam pelaksanaan pemotongan hewan di RPH telah dilakukan pengistirahatan, pemeriksaan kesehatan ternak dan desinfeksi sesuai panduan yang direkomendasikan.

Setelah presentasi hasil dilakukan diskusi. Dari hasil diskusi diketahui bahwa RPH Segoroyoso sudah merencanakan untuk membangun RPH dengan kapasitas yang diharapkan dapat menampung seluruh usaha potong hewan di wilayah Segoroyoso, selain itu komitmen dari dinas terkait untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas perdagangan sapi baik dalam kondisi hidup atau dalam bentuk daging terutama menjelang Hari Raya Kurban, Tim surveilans dinkes dan dinas peternakan akan tetap melaksanakan surveilans penyakit zoonosis pada manusia dan ternak, dan upaya saling menjaga baik dari masyarakat, peternak, pelaku usaha daging potong, pemotong ternak, Dinas Kesehatan, dan Dinas PPKP di wilayah Kabupaten Bantul dalam pemantauan penyakit zonoosis baik pada manusia ataupun pada tenak dan produk daging. BBTKLPP Yogyakarta juga akan tetap berupaya melakukan surveilans faktor risiko lingkungan terkait penyakit zoonosis di Kabupaten Bantul.