Diseminasi Hasil Kegiatan Analisis Dampak Faktor Risiko Penyakit Bawaan Air Melalui Depot Air Minum (DAM) di Kabupaten Rembang Tahun 2019


Sebagai tindak lanjut dari rangkaian Kegiatan Analisis Dampak Faktor Risiko Penyakit Bawaan Air Melalui Depot Air Minum (DAM) di Kabupaten Rembang maka pada tanggal 24-25 Juli 2019 tim kajian BBTKLPP Yogyakarta melaksanakan diseminasi hasil. Pada tanggal 24 Juli 2019 petugas BBTKLPP Yogyakarta diterima oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dr. Nurani Her Utami didampingi Kepala Seksi Kesling Kesjaor Al Furqon, S.I.Kom,S.K.M. dan Progamer Kesling  Rini Setyowati, S.K.M. Dalam pertemuan ini dibahas tentang persiapan diseminasi hasil yang akan dilaksanakan esok harinya tanggal 25 Juli 2019.

Pertemuan diseminasi hasil dihadiri sepuluh undangan yaitu dua petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dua petugas puskesmas, satu petugas Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah, lima perwakilan DAM.

Sambutan pertemuan oleh Kepala Bidang Kesmas dr. Nurani Her Utami. Dalam sambutannya disampaikan terima kasih kepada BBTKLPP Yogyakarta atas kesediaannya memaparkan hasil kegiatannya. Ucapan terima kasih juga kepada semua undangan yang telah bersedia hadir. Diharapkan setelah mengetahui hasilnya dari pihak DAM dapat memperbaiki hal-hal yang masih kurang.

Sambutan kedua dari BBTKLPP Yogyakarta yang diwakili oleh Kepala Seksi Lingkungan Fisik Kimia Tri Setyo Winaryanto, S.T., M.Sc. Disampaikan bahwa hasil yang akan dipaparkan adalah hasil secara umum tidak akan menyebutkan nama-nama DAM satu persatu karena kegiatan ini sifatnya pembinaan. Seandainya DAM minta hasilnya masing-masing dapat menghubungi Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, laporan per DAM dari BBTKLPP Yogyakarta akan diserahkan ke Dinkes Kabupaten Rembang.

Pemaparan hasil disampaikan oleh tim kajian Sri Ningsih, S.ST., M.T. yang dilanjutkan dengan diskusi (tanya jawab). Peserta terlihat sangat antusias dengan kegiatan ini, hal ini ditunjukkan dengan adanya beberapa pertanyaan ataupun masukan. Dari hasil yang telah dipaparkan diharapkan ada pembenahan yang dilakukan, misalnya kebersihan rangkaian peralatan DAM agar selalu dijaga, karyawan yang belum memiliki sertifikat kursus higiene sanitasi DAM agar diikutkan pelatihan, karyawan yang melayani pembeli seharusnya mencuci tangan menggunakan sabun terlebih dahulu, kuku tidak boleh panjang, pakaian harus rapi dan bersih. Setiap DAM  harus menyediakan toilet, tempat cuci tangan dan sabun, tempat sampah tertutup dan kedap air. DAM tidak diperbolehkan melakukan penyegelan, pemasangan label dan penyimpanan galon bermerk.

Pertemuan ditutup oleh Kepala Seksi Kesling Kesjaor Dinkes Kabupaten Rembang Al Furqon, S.I.Kom,S.K.M. Harapannya dengan adanya kegiatan ini dapat dijadikan pemicu untuk membenahi DAM masing-masing sehingga memenuhi syarat dan pemilik DAM mematuhi persyaratan-persyaratan yang ada.