Kunjungan kerja Menteri Kesehatan RI di RSUP Dr. Sardjito


Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SpM bersama Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, dr. Kirana Pritasari, MQIH dan Kepala Dinas Kesehatan DIY, drg. Pembayun Setyaning Astutie, M.Kes, Kepala BBTKL PP Yogyakarta, DR. dr. Irene, MKM beserta rombongan mengunjungi Poli Geriatri yang berada di Gedung Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. Sardjito.

Kunjungan tersebut untuk memantau kesiapan RSUP Dr Sardjito dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi lanjut usia (lansia).

Sebagai rumah sakit rujukan nasional, menurut Direktur Utama RSUP Dr Sardjito DR.dr. Darwito, SH.,Sp.B.Onk(K) yang didampingi oleh jajaran manajemen lainnya, menyampaikan bahwa RSUP Dr Sardjito berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi lansia melalui pelayanan yang lebih komprehensif dari berbagai disiplin ilmu kedokteran. Salah satu terobosan layanan yang sedang dikembangkan antara lain Pelatihan layanan geriatri, Pelatihan persiapan pra pensiun, Pendidikan tenaga caregiver dan Pelayanan penitipan lansia. Hal tersebut untuk memenuhi kebutuhan lansia dan memberikan kemudahan bagi para lansia.

Kepala Poliklinik Geriatri RSUP Dr Sardjito, Dr. dr. Probosuseno, Sp.PD, KGer, Finasim menyampaikan bahwa golongan lansia Indonesia saat ini masih banyak yang berkualitas rendah, banyak yang masih tergantung pada anak atau orang lain dan kurang produktif dan ini akan meningkat lebih baik dengan naiknya tingkat pendidikan mereka. Lebih lanjut Dr. Probo menyampaikan bahwa Para lansia yang menyandang masalah (37 % memiliki 4 penyakit atau lebih, 35% menyandang 3 penyakit) mereka perlu penanganan yang tidak sederhana. Mereka berobat ke PPK1, sering berlanjut ke PPK2, bahkan PPK3. Ada yang puas, ada yang menerima meskipun kurang atau tidak puas. Bagi yang memiliki ekonomi cukup akan mencari layanan konsultan Geriatrik (KGer).

Menkes menyebut pelayanan lansia di RSUP dr. Sardjito bisa menjadi proyek percontohan bagi RS lainnya. Terlebih RSUP dr Sardjito sudah menerapkan akademic health system untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan memang kebetulan kan yang usia harapan hidupnya yang paling tinggi di Kota Yogyakarta, 12% lansia ada di sini.

RSUP dr. Sardjito ini juga sudah membuat akademic health system. Jadi bekerjasama dengan rumah sakit sampai ke puskesmas. Nanti pelayanan itu bukan hanya di sini. Tapi kita mulai dari puskesmas, ada puskesmas lansia, posyandu lansia.

Menkes berharap kalangan lansia bersedia secara rutin mengecek kesehatannya. Seperti mengecek kesehatan di poliklinik khusus lansia yang disediakan RSUP dr Sardjito. "Jadi kita meminimalkan. Tapi kalau sudah terjadi (sakit) kita juga menolong,".