Pertemuan Penguatan Program Kesehatan Pusat dan Daerah


Pada hari pertama, Pertemuan ini diawali dengan laporan Sekjen Kemenkes RI, drg. Oskar Primadi, MPH tentang pelaksanaan pertemuan ini.

Peserta pertemuan ini adalah Dinkes seluruh provinsi, Unit Utama Kemenkes RI, UPT Kemenkes RI (KKP, B/BTKL PP, Poltekkes, BBLK, UPT Badan Litbang dan rumah sakit vertikal) untuk melakukan kolaborasi pelaksanaan pembangunan antara pusat daerah. BBTKL PP Yogyakarta langsung dihadiri oleh Kepala UPT BBTKL PP Yogyakarta, Dr. dr. Irene, MKM.

Selanjutnya Sambutan Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji, menyampaikan bahwa terkait dengan bidang kesehatan perlu mendapat perhatian serius oleh semua kelapa daerah, serta harus ada sinergitas untuk menyelaraskan program pusat dan daerah demi hasil yang maksimal.

Karena kesehatan ini salah satu unsur yang membangun SDM selain bidang pendidikan.

Perhatian harus selaras jangan sampai program pusat A program daerah B. Misalnya bagaimana harus mencegah TBC, bagaimana menekan angka kematian Balita, kemudian bagaimana menghilangkan stunting. Jadi program pusat dengan daerah harus selaras.

Selanjutnya Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M(K), memberikan arahan sekaligus membuka pertemuan secara resmi, dengan beberapa penekanan:

1. Pertemuan ini untuk melanjutkan membuat rencana kerja Kementrian Kesehatan di bidang kesehatan antara pusat dan daerah untuk satu sinergi.

2. Misalnya kita akan melakukan suatu peningkatan pelayanan kesehatan, dalam pelayanan kesehatan ini adanya SDM kesehatan, adanya sarana dan prasana dan harus memenuhi formasi kesehatan serta bagaimana mengelola suatu menagemen dan tentu juga regulasi pembiayaan sistem informasi yang semua ini untuk mendukung bidang kesehatan.

3. Saat ini sudah memulai dengan adanya rencana kerja Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) kemudian mencoba menguraikan dan mendengar visi dari Presiden dan tentunya terkait bagaimana tujuan dan strategi yang akan  dilakukan dibidang kesehatan.

4. Pada Rakerkes 2019 kita sepakati untuk mengatasi TBC, imunisasi, angka kematian ibu dan anak, penyakit tidak menular dan ditekankan oleh presiden dimana angka kematian ibu dan stunting merupakan suatu masalah yang belum terselesaikan dan masih saja menjadi masalah.

5. Sangat diperlukan regulasi, evaluasi , monitor, bimbingan teknis dalam hal ini terkait sarana prasarana dan juga harus selaras antara program pusat sampai Kabupaten kota yang akhirnya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

6. Puskesmas  harus tetap menjaga masyarakatnya agar tetap sehat itulah yang kita butuhkan .kita tidak mengharapkan masyarakat sakit tapi setidaknya kita bisa obati.

7. Diharapkan perbaikan infrastruktur untuk perbaikan pelayanan kesehatan bukan hanya jalan saja tapi bagaimana menjangkau sampai ke pelosok, hal ini terkait dengan akses untuk pelayanan kesehatan.

8. Presiden mengatakan tidak boleh ada lagi angka kematian ibu,anak dan stunting harus diturunkan . Karena Kesehatan adalah fundamental dasar dari kehidupan.

 

Selanjutnya disampaikan materi oleh Sekretaris Jendral Kemenkes RI tentang Substansi Rancangan RPJMN 2020-2024, Pedoman Penyusunan Renatra 2020-2024, peta strategis dan sasaran strategis renstra dengan beberapa penekanan yaitu:

1. Visi Kemenkes : Terwujudnya Masyarakat Sehat, Produktif, Mandiri, dan Berkeadilan

2. Misi Kemenkes

-Memperkuat upaya kesehatan masyarakat yang bermutu dan menjangkau seluruh penduduk Indonesia

- Memberdayakan masyarakat dan  mengarusutamakan pembangunan kesehatan

- Meningkatkan keteraediaan, pemerataan dan muti sumber daya kesehatan Meningkatkanketersediaan,pemerataandan mutu sumberdaya kesehatan

- Memantapkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan inovatif.

3. Beberapa kesimpulan yang dapat diambil yaitu

a. Upaya intensif mempercepat penurunan stunting, AKI & AKN

b. kolaborasi pusat dan daerah dalam peningkatan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta

c. GERMAS dengan melibatkan lintas sektor dan masyarakat

d. Isu-isu lain yang perlu disikapi oleh pusat dan daerah seperti limbah medis, akreditasi, pengendalian kanker, digital platform, kesiapan penanganan bencana, kesehatan tradisional, AMR.

e. Pembangunan SDM

menjadi fokus prioritas berikutnya

 

Selanjutnya kepala Biro Perencanan dan Anggaran menyampaikan progress RPJMN dan tatacara dan pembagian diskusi kelompok, yaitu:

1. Kelompok Peningkatan KIA, Penurunan Stunting & Germas

2. Kelompok Peningkatan Pengendalian Penyakit

3. Peran Daerah dalam mendukung Pencapaian indikator PN

4. Peningkatan mutu SDM dalam mendukung Pencapaian indikator PN

   

Pada hari kedua, pertemuan diawali dengan presentasi Panel dari Unit Utama di Kemenkes RI, dr. Kirana Pritasari, MQIH yaitu Dirken Kesehatan Masyarakat, PRIORITAS NASIONAL PENURUNAN AKI, AKB, STUNTING DAN PEMBUDAYAAN GERMAS dan Dirjen P2P, dr. Anung Sigihantono, M.Kes tentang harmonisasi Program P2P di pusat dan daerah.

Pertemuan dilanjutkan dengan diakusi kelompok, untuk menyamakan pemahaman tentang indikator dengan daerah dan UPT dan melengkapi matrik dengan fungsi-fungsi dari Kabupaten/Kota dan pengayaan oleh UPT Kemenkes sebagai pelasana teknis di daerah.

Pada malam harinya dilakukan persentasi dari keempat kelompok dan selanjutnya dilakukan penutupan oleh Bapak Sekjen Kemenkes.