Simposium Pengembangan Industri Obat Tradisional dan Peningkatan Penggunaan Obat Tradisional 2019


Menteri Kesehatan, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K) membuka "Simposium Pengembangan Industri Obat Tradisional dan Peningkatan Penggunaan Obat Tradisional 2019" yang dilaksanakan di Yogyakarta, 20-21 Agustus 2019.


Pembukaan Simposium diisi dengan Laporan Panitia Penyelenggara oleh Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kemenkes RI., Dra. Engko Sosialine, Apt., M. Biomed., Sambutan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, yang diwakili oleh Asisten Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Masyarakat Ir. Arofa Noor Indriani, M.Si. Dilanjutkan dengan Sambutan dan Pembukaan oleh Menteri Kesehatan RI., Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K). Dilanjutkan Minum Jamu Bersama.


Kegiatan simposium diikuti oleh Academic, Business, Government & Community. BBTKL PP Yogyakarta dihadiri oleh Kepala BBTKL PP, Dr. dr. Irene MKM.


Usai pembukaan dilanjutkan dengan Kunjungan Pameran yang diikuti oleh 20 Industri Obat Tradisional yang memproduksi Obat Fitofarmaka dan Obat Herbal Terstandar dan lain-lain.


Kegiatan hari Selasa, 20 Agustus 2019, dilanjutkan dengan Diskusi Panel 1:
1. Peran Pemerintah dalam Pengembangan Industri Obat Tradisional dan Peningkatan Penggunaan Obat Tradisional (Direktur Jenderal Farmalkes)
2. Peluang Pengembangan Obat Tradisional Indonesia (Dr.rer.nat. Nanang Fakhrudin, M.Si, Apt.)
3. Perspektif Industri terhadap Penggunaan Obat Tradisional di Sarana Pelayanan Kesehatan (Ketua GP. Jamu)


Selanjutnya pada Diskusi Panel 2 disampaikan materi:
1. Pemanfaatan Obat Tradisional di Puskesmas (Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo)
2. Pengembangan Pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi di Rumah Sakit Pendidikan (RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta)
Kegiatan hari pertama diakhiri dengan dialog ABGC (Academic, Business, Government & Community)


Kegiatan hari Rabu, 21 Agustus 2019, akan diisi dengan diakusi panel:
1. Penelitian dan Pengembangan Obat Tradisional dengan 12 Formula Ramuan Jamu dalam Program Saintifikasi Jamu (Kepala Balitbangkes Kementerian Kesehatan)
2. Pemanfaatan Obat Tradisional di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional)