Survei Evaluasi Mikrofilaria Pasca Popm Filariasis dan Kecacingan Terpadu (Pre-Tas) di Kota Pekalongan Tahun 2019


Pada tahun 2019 ini dilakukan survei evaluasi mikrofilaria (Pre-TAS) di Kota pekalongan pasca pemberian obat pencegahan masal (POPM) filariasis dan kecacingan terpadu pada tahun 2017 dan 2018. Pelaksanaan POPM filariasisi dan kecacingan terpadu ulang pada tahun 2017 dan 2018 karena pada saat survei evaluasi mikrofilaria (Pre-TAS) setelah 5 tahun POPM filariasis dan kecacingan terpadu pada tahun 2015 didapatkan hasil mikrofilaria (Mf) rate sebesar 1%. Pelaksanaan survei evaluasi dengan tujuan mengetahui gambaran Mf rate ini dilaksanakan pada tanggal 29 April hingga 4 Mei 2019. Survei dilaksanakan di dua desa, yaitu Kelurahan Sapuro Kebulen, Kecamatan Pekalongan Barat sebagai Desa Spot dan Kelurahan Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan, sebagai Desa Sentinel. Tim pengumpulan spesimen darah jari terdiri atas unsur: petugas Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Puskesmas Medono, Puskesmas Jenggot, Kader Kelurahan Sapuro Kebulen, Kader Kelurahan Jenggot, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dan BBTKLPP Yogyakarta. Pelaksanaan pengumpulan spesimen darah jari yang dimulai pada pukul 21.00 hingga 02.00 WIB ini melibatkan 332 orang responden Kelurahan Medono dengan usia antara 9 – 74 tahun, 51% adalah laki-laki, serta 315 orang responden Kelurahan Jenggot dengan usia antara 6 – 79 tahun, 51% adalah wanita. Spesimen darah jari yang terkumpul akan diproses lebih lanjut di instalasi laboratorium parasitologi BBTKLPP Yogyakarta untuk mengidentifikasi keberadaan mikrofilaria.