Diseminasi Hasil Kajian Faktor Risiko Flu Burung di Kabupaten Purbalingga Tahun 2019


Pertemuan Diseminasi Hasil Kajian Faktor Risiko Flu Burung di Kabupaten Purbalingga Tahun 2019 dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2019 di Graha Srikandi Gedung PKK Komplek Pendopo Jl. Alun-alun Utara No. 1, Kabupaten Purbalingga. Pertemuan ini dihadiri oleh 54 orang, yang terdiri dari petugas Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, Balai Besar Veteriner Wates, UPTD Puskeswan Kabupaten Purbalingga, delapan puskesmas di wilayah Kabupaten Purbalingga, tujuh kecamatan yang menjadi lokasi kegiatan, delapan desa yang menjadi lokasi kegiatan, 11 peternakan yang menjadi lokasi kegiatan, serta BBTKLPP Yogyakarta.

Acara dibuka oleh Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, Ibu drh. Maria Sri Maharsi Wulan. Selanjutnya beliau menyampaikan materi pertama tentang Strategi Pengendalian Avian Influenza di Kabupaten Purbalingga.

Materi kedua disampaikan oleh Ibu Feri Astuti, S.T., M.P.H. dengan judul Perilaku Bersih dan Sehat di Peternakan. Kemudian dilanjutkan dengan paparan hasil Kajian Faktor Risiko Flu Burung di Kabupaten Purbalingga Tahun 2019 oleh Kepala Seksi Lingkungan Biologi, Ibu dr. Yohanna Gita Chandra, M.S.

Materi ketiga tentang Teknis Pencehagan dan Pengendalian Avian Influenza di Peternakan oleh Ibu drh. Elly Puspasari Lubis, M.Sc. dari BBVet Wates Kulon Progo.

Hasil kajian menunjukkan bahwa dari 50 spesimen yang diambil di 12 peternakan yang disurvei, terdapat dua spesimen di dua peternakan yang positif Influenza tipe A, namun semuanya negatif H5N1.

Beberapa hasil diskusi yaitu perlu adanya tindaklanjut pertemuan berupa pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat bagi peternak dan karyawan peternakan, perlu dilakukan inisiasi penguatan jejaring pengendalian dan pencegahan penyakit flu burung melalui program one health di Kabupaten Purbalingga, dan perlu diperjuangkan adanya dasar hukum yang kuat di bidang peternakan melalui peraturan daerah untuk melindungi peternak dan masyarakat serta memudahkan dalam penyelesaian konflik.

Setelah sesi tanya jawab dan diskusi, acara ditutup oleh Ibu Feri Astuti, S.T., M.P.H.