Review Rencana Kontijensi Penanggulangan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM) di Lingkungan Bandara Adi Sucipto


Pada tanggal 11-12 September 2019, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Yogyakarta menyelenggarakan review rencana kontijensi Penanggulangan Kedaruratan Kesehatan masyarakat (KKM) di lingkungan Bandara Adi Sucipto. Latar belakang diselenggarakannya pertemuan ini adalah adanya faktor risiko terjadinya Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM) di yogyakarta diantaranya dengan sudah beroperasinya bandara internasional yang baru (Yogyakarta International Airport), Yogyakarta sebagai salah satu tujuan wisata di Indonesia serta budaya masyarakat di Yogya yang ramah terhadap pengunjung. Untuk itu di setiap pintu masuk negara seperti bandara harus mempunyai dokumen Rencana Kontijensi (Renkon) sebagai perwujudan kesiapan jika terjadi KKM. Rencana kontijensi ini harus direview setiap tahun dengan melibatkan semua pihak yang terkait, sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 6 tahun 2018 mengenai Kekarantinaan Kesehatan dan Instruksi presiden Nomor 4 tahun 2019 Mengenai Peningkatan Kemampuan dalam Mencegah, Mendeteksi, dan Merespons Wabah Penyakit, Pandemi Global, dan Kedaruratan Nuklir, Biologi, dan Kimia. Hal ini disampaikan oleh narasumber yaitu Kepala Seksi Karantina Kesehatan Pelabuhan dan Bandar udara, Gunawan Wahyu Nugroho, SKM., MKM. Lebih lanjut disampaikan bahwa dalam dokumen Renkon akan mengatur mengenai siapa berbuat apa, untuk itu diharapkan peserta yang terdiri dari berbagai lintas sektor yang ada di lingkungan Bandara Adi Sucipto diantaranya Angkasa Pura, AirNav, karantina ikan, karantina pertanian serta lintas sektor yang berada di luar lingkungan Bandara Adi Sucipto diantaranya Dinas Kesehatan DIY, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman serta BBTKLPP Yogyakarta yang diwakili oleh Kasie Advokasi dan KLB untuk bisa terlibat aktif mereview dokumen Renkon yang ada. Dengan demikian hasil review ini sudah merupakan kesepakatan antara berbagai lintas sektor yang nantinya akan menjadi pedoman dalam respon jika terjadi kondisi KKM. Demikian materi yang disampaikan oleh narasumber sebagai pengantar untuk membuka pertemuan yang dilaksanakan di Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta. Agenda selanjutnya di hari pertama yaitu pencermatan dokumen renkon oleh seluruh peserta dipimpin oleh narasumber serta pengorganisasian diskusi kelompok untuk review dokumen yang akan dilaksanakan pada hari kedua.

Hari kedua yaitu tanggal 12 September 2019, peserta dibagi menjadi empat kelompok yaitu; 1. Kelompok logistik yang terdiri dari Kadis Ops Lanud, Ground Handling, KKP Yogyakarta, BPBD Sleman, ARFF, Maskapai, Airport Costumer Service; 2. Kelompok Bidang Keamanan terdiri dari POM AU, AVSEC, Polsek Depok Timur; 3. Kelompok informasi dan komunikasi terdiri dari Imigrasi, Bea cukai, Airport Duty Manager, AirNav, Karantina pertanian dan karantina ikan; 4. Kelompok Bidang kesehatan terdiri dari KKP Yogyakarta

RSUP Dr. Sardjito, RSPAU Dr. S. Harjolukito, RSIY PDHI, RS Bhayangkara, RS Panti Rini, Puskesmas Depok I, Dinkes DIY, Dinkes Sleman, BBTKLPP Yogyakarta. Masing-masing kelompok mendiskusikan mengenai peran, tugas, jumlah SDM dan sarana serta prasana yang bisa diberikan oleh masing-masing instansi ketika terjadi KKM. Demikian halnya dengan kelompok Bidang Kesehatan. Dari BBTKLPP Yogyakarta menyampaikan dapat mendukung dalam respon jika terjadi KKM di Bandar Udara Adi Sucipto dengan berperan dalam: 1. Melakukan pengambilan, pengepakan dan pengiriman sample ke litbangkes, ; 2. Pengendalian Lingkungan Pasca PHEIC, 3. Surveilans Epidemilogi Lanjutan Dan Penyelidikan Epidemiologi, 4. koordinasi dengan litbangkes terkait hasil pengujian sampel untuk selanjutnya disampaiakan oleh pejabat yang berwenang serta mendukung sarana dan prasarana berupa tenda, Veldbed, alat bahan dan APD untuk pengambilan, pengepakan dan pengiriman sample, Mesin Fogging, Mist Blower, Spraycan, Insektisida, disinfektan untuk air, permukaan, dan ruangan, unit pengolahan air portable,  serta bahan penjernih air. Hasil diskusi masing-masing kelompok selanjutnya diserahkan kepada dan difinalisasi oleh KKP Yogyakarta dimana hasilnya akan diinformasikan kepada peserta melalui email.