Pertemuan Penguatan Jejaring Laboratorium Kesehatan Masyarakat Bagi B/BTKLPP dan B/BLK


Pada tanggal 21-24 Oktober 2019, diselenggarakan Pertemuan Penguatan  Jejaring  Laboratorium Kesehatan Masyarakat Bagi B/BTKLPP dan B/BLK di Hotel Margo, Depok, Jawa Barat, oleh Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan (SKK) serta CDC. Pertemuan ini bertujuan untuk menyusun rencana operasional jejaring laboratorium kesehatan masyarakat di Indonesia tahun 2020. Peserta pertemuan terdiri dari perwakilan B/BTKLPP se-Indonesia, B/BLK se-Indonesia, Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (BTDK) Balitbangkes, Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat Balitbangkes, perwakilan dari sub direktorat terkait di lingkungan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, Bagian Hukormas Ditjen P2P, Bagian Hukormas Balitbangkes,  Kementerian Pertanian RI, PT. Biofarma, FAO, serta pendamping  dari CDC/APHL (The Association of Public Health Laboratories)  yaitu: Kim Lewis dan  Dave Mills. Perwakilan dari BBTKLPP Yogyakarta dalam pertemuan tersebut adalah Kepala Bidang Pengembangan Teknologi Laboratorium (PTL), Indah Nur Haeni, S.Si., M.Sc., dan Kepala Seksi Lingkungan Biologi, dr. Yohanna Gita Chandra, M.S.

Agenda kegiatan meliputi pemaparan Kebijakan Surveilans dalam Penguatan Labkesmas oleh Direktur SKK, drg. R. Vensya Sitohang, M.Epid;  Draft Concept Jejaring Labkesmas Kementerian Kesehatan oleh Kepala PBTDK, Dr. Vivi Setiawaty, M.Biomed;  Roadmap Labkesmas oleh Kasubdit Surveilans, drh. Endang Burni Prasetyowati, M.Kes; Agenda Overview and Completing the Operational Plans Matrix oleh Dave Mills; serta Operational Plans dan Monitoring & Evaluation  oleh Kim Lewis.
Penyusunan matrik rencana operasional tahun 2020 yang merupakan turunan dari rencana strategis lima tahunan (tahun 2020-2024) dilakukan dengan diskusi kelompok. Rencana strategi terbagi menjadi sembilan fokus, yaitu: 1) Struktur Organisasi dan Kerangka Hukum, 2) Layanan Laboratorium yang Tersedia, 3) Tenaga Kerja dan Pengembangan Kapasitas SDM, 4) Penunjang Pelayanan Laboratorium, 5) Sistem Manajemen Mutu, 6) Infrastruktur dan Keselamatan Kerja (termasuk Keamanan Hayati dan Biosekuriti), 7) Manajemen Data; Pemantauan dan Evaluasi, 8) Surveilans, Kesiapsiagaan, dan Tanggap Darurat; Fungsi Kesehatan Masyarakat, serta 9) Penelitian Kesehatan Masyarakat. Pada hari terakhir disusun kesepakatan dan rencana tindak lanjut, lalu pertemuan ditutup oleh Kepala Seksi Kewaspadaan Dini Subdit Surveilans Direktorat SKK, dr. Triya Novita Dinihari.