Workshop Petugas B/BTKL dalam Rangka Optimalisasi Penggunaan Pedoman KLB Tahun 2019


Epidemiologi merupakan ilmu dasar kesehatan masyarakat yang perlu dimiliki oleh setiap epidemiolog kesehatan sebagai kunci dari upaya pencegahan dan pengendalian penyakit. Untuk itu diperlukan aparatur yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dalam hal ini adalah kemampuan para tenaga epidemiolog dalam melakukan penilaian dan respon cepat, kewaspadaan dini serta penanggulangan KLB/wabah demikian juga dalam mendukung pengembangan tupoksi BBTKLPP ke depan. Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kapasitas tenaga epidemiolog kesehatan dalam mencegah, mendeteksi, dan merespon penyakit dan memberikan solusi yang aplikatif terhadap masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat BBTKLPP Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Petugas B/BTKL Dalam Rangka Optimalisasi Penggunaan Pedoman KLB Tahun 2019.

Workshop dilaksanakan di kantor BBTKLPP Yogyakarta pada tanggal 24 November 2019. Peserta workshop sejumlah 23 orang terdiri dari struktural di Bidang Surveilans Epidemiologi,  epidemiolog, sanitarian, dan pranata laboratorium dari BBTKLPP Yogyakarta dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Yogyakarta. Workshop dibuka oleh Kepala BBTKLPP Yogyakarta, Dr. dr. Irene, MKM. Disampaikan bahwa workshop ini dilaksanakan dalam rangka untuk mengoptimalisasi petugas dalam merespon terutama pada kejadian luar biasa (KLB) sesuai pedoman yang ada. Selain itu empat orang CPNS sebagai calon epidemiolog diikutkan agar dalam waktu 3 Jam ini walaupun mungkin tidak optimal namun bisa mendapatkan ilmu yang praktis dalam menanggulangi KLB.dari narasumber. Lebih lanjut disampaikan harapan diselenggarakannya workshop ini adalah dengan meningkatnya kapasitas petugas kesehatan akan berdampak pada berkualitasnya upaya pencegahan dan pengendalian penyakit sehingga dapat mengurangi risiko penyakit. Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi pertemuan yang terdiri dari Studi kasus Penyelidikan Epidemiologi Penyakit Infeksi Emerging yang pernah ada di Indonesia yang terdiri dari Difteri (1 JPL), Polio (1 JPL) serta Rabies dan Anthraks (1 JPL). Narasumber berasal dari Persatuan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) pusat Bapak Dr. Dr, Hariadi Wibisono, MPH. Dari hasil pemaparan materi dan diskusi dapat ditarik kesimpulan bahwa Essensi epidemiologi adalah tanggap terhadap kejadian dan ketajaman dalam melakukan penggalian yang mendalam terhadap kenapa suatu peristiwa/KLB itu terjadi sangat menentukan dalam keberhasilan dari suatu tindakan atau respon untuk penanggulangan KLB.