Koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan RS/Fasyankes di Kabupaten Grobogan Terkait Pengembangan Sentinel S3D dan Survei Vektor DBD di Provinsi Jawa Tengah


Pada tanggal 30 Oktober 2019, tim BBTKLPP Yogyakarta yang terdiri dari dr. Ratna Wijayanti, M.P.H. (Epidemiolog Kesehatan), Kustiah, S.Si. (Entomolog Kesehatan), Indah Setyorini, S.T., M.Kes. (Sanitarian), dan Ita Latiana Damayanti, A.Md.K.L. (Sanitarian) melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan RS/fasyankes calon sentinel S3D (RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo) di Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa Tengah. Di Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, tim ditemui oleh Bapak Gunawan Cahyo Utomo, M.P.H. (pemegang program DBD, TB, ISPA dan Bapak Mas Puryanto (pemegang program Malaria, Diare, Kusta, HIV AIDS, Hepatitis). Tim menyampaikan bahwa kegiatan S3D sudah  dilaksanakan sejak tahun 2017 di RSUD Wonosari dan RS Tugurejo Semarang. Berdasarkan hasil koordinasi dan monitoring evaluasi pada awal tahun 2019 di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, BBTKLPP Yogyakarta diminta untuk mengembangkan kegiatan S3D ke Kabupaten Grobogan terkait angka kasus yang tinggi di Kabupaten Grobogan. Rumah sakit yang dicalonkan sebagai sentinel S3D adalah RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo. Beberapa kasus suspek DBD yang telah dikonfirmasi secara molekular akan ditindaklanjuti dengan survei vektor untuk melakukan konfirmasi vektor secara molekular.

Selain untuk konfirmasi vektor secara molekular dari spesimen jentik dan nyamuk, survei vektor bertujuan mengidentifikasi tempat perindukan.
Di RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo, tim BBTKLPP Yogyakarta dan Dinkes Kab. Grobogan diterima oleh plt. Direktur RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo (dr. Titik W.), Kabid Pelayanan Medik (Ibu Diana), dr. Bambang R., Dokter Spesialis Patologi Klinik (dr. Diah), dan Kepala Laboratorium Bapak Warsono. Tim menjelaskan tentang alur kegiatan S3D, mulai dari pengambilan spesimen di RS, pengiriman spesimen ke Laboratorium BBTKLPP Yogyakarta, dan pengujian spesimen di BBTKLPP Yogyakarta. Pihak RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo menyambut baik rencana kegiatan, tetapi kemungkinan pasien rujukan tidak banyak mengingat RS termasuk kelas B. Pihak RS  siap melakukan skrining, bagian laboratorium siap melakukan pengambilan dan pengiriman  spesimen untuk dikirim ke BBTKLPP Yogyakarta lewat pos yang difasilitasi oleh BBTKLPP Yogyakarta.