Pertemuan Penguatan SDM Tenaga Kesehatan, Keswan dan Lintas Sektor Lainnya dalam Rangka Optimalisasi Kerjasama Lintas Program dan Lintas Sektor Dalam Penanggulangan Penyakit Antrak di Kabupaten Gunung Kidul


Pada Bulan Januari 2020 di wilayah Kabupaten Gunungkidul dilaporkan adanya kasus antraks. Anthraks merupakan penyakit yang jarang muncul dan tidak setiap tahunnya terjadi, namun kewaspadaan dan surveilans yang baik akan dapat mencegah terjadinya kesakitan ataupun kematian terhadap penyakit tersebut. Pertemuan penguatan SDM tenaga kesehatan, keswan dan lintas sektor dalam rangka optimalisasi kerjasama lintas program dan lintas sektor dalam penanggulangan penyakit antraks di Kabupaten Gunungkidul merupakan rangkaian tindaklanjut pengendalian kejadian penyakit antraks yang telah dilaksanakan Kementerian Kesehatan R.I., Dinas Kesehatan DIY, Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul. Penyelenggaraan kegiatan ini adalah Balai Besar Teknik Kesehatan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta bekerja sama dengan Dinas Kesehatan DIY dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul.

Pertemuan dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 28 - 29 Januari 2020. Pertemuan hari pertama dilaksanakan di Aula Germas Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul dan pada hari kedua bertempat di Ruang Rapat 1 Setda Kabupaten Gunungkidul. Peserta berjumlah 200 orang yang yang terdiri dari : dokter fungsional dan tenaga surveilans di puskesmas, klinik swasta dan dokter fungsional di UGD rumah sakit, Bagian Kesra Kabupaten Gunungkidul, BAPPEDA, Dinas Kesehatan se DIY, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, dokter hewan serta lintas sektor yang terkait. Pertemuan dibuka oleh Direktur P2PTVZ, Ditjen P2P, Kemenkes R.I., didampingi Kepala BBTKLPP Yogyakarta, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul.

Dalam pertemuan ini hadir sebagai narsumber Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, dr. Dewi Irawati, M.Kes. yang memaparkan bagaimana Situasi Antraks di Gunungkidul, serta Direktur P2PTVZ, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid. dan Kasubdit Zoonosis, drh. Sitti Ganefa Pakki, M.Epid, yang menyampaikan mengenai Kebijakan Pengendalian Antraks. Selain itu pertemuan juga menghadirkan praktisi ahli antraks dari UNS Surakarta, dr. Dhani Rhedono, Sp.PD yang memaparkan mengenai Tata Laksana Penyakit Antraks (Deteksi dini dan Pengalaman Penanganan); Kepala Bidang Pelayanan Veteriner BBVet Wates, drh. Indarto Sudarsono, M.MT. yang menyampaikan mengenai Surveilans Antraks pada Hewan, dan Fungsional Epidemiologi dari Subdit Surveilans, Kemenkes R.I., Abdurrahman, S.K.M., M.Kes. untuk menyampaikan mengenai Surveilans Antraks pada Manusia.

Forum diskusi yang dibuka dalam pertemuan ini mendapat sambutan baik dari peserta pertemuan. Beberapa hal yang didiskusikan antara peserta dan narasumber ahli antara lain mengenai tatalaksana kasus antraks pada manusia dan hewan, mekanisme penularan antraks, serta sharing pengalaman dalam penanganan kasus antraks yang ditemui baik dari bidang kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan peternakan. Pertemuan ditutup oleh Kepala Bidang Surveilans Epidemiologi BBTKLPP Yogyakarta, Sayekti Udi Utama, S.K.M., M.Kes. dengan harapan pertemuan bermanfaat dalam penanggulangan penyakit Antraks dan kasus berhenti dengan meningkatnya kewaspadaan dari seluruh lintas sektor dan lintas program terkait.