Pertemuan Jejaring B/BTKLPP Se-Indonesia Untuk Membahas Standardisasi Instalasi Teknis, Sumber Daya Manusia, Sarana Dan Prasarana, Serta Penetapan Layanan Unggulan Pada Unit Pelaksana Teknis Di Bidang Teknik Kesehatan Lingkungan Dan Pengendalian Penyakit


Pada tanggal 30 Januari 2020 dilaksanakan Pertemuan Jejaring B/BTKLPP Se-Indonesia untuk Membahas Standardisasi Instalasi Teknis, Sumber Daya Manusia, Sarana Dan Prasarana, serta Penetapan Layanan Unggulan Pada Unit Pelaksana Teknis di Bidang Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit.  Pertemuan dibuka oleh Sesditjen P2P, dr. Achmad Yurianto. Dalam arahannya, beliau menyampaikan tentang Penguatan Peran, dan Fungsi B/BTKLPP dalam Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Indonesia, dengan beberapa point arahan sebagai berikut:

  • Institusi pemerintah memiliki empat mandat, yaitu: 1) mandat mengatur, 2) mandat mengawasi, 3) mandat membina, 4) mandat melaksanakan. Mandat mengatur dilaksanakan oleh pusat dengan membuat NSPK untuk dilaksanakan. Mandat mengawasi dimaksudkan untuk mengawasi pelaksanaan apakah bisa dilakukan atau todak oleh pelaksana. Bila tidak bisa dilaksanakan, maka perlu dibina. UPT harus melaksanakan, bukan mengatur, mengawasi, dan membina. B/BTKLPP adalah unit pelaksana teknis dari pusat, dengan mandat utama adalah melaksanakan.
  • Dalam melaksanakan tugas teknis, dibutuhkan keahlian, sehingga dibutuhkan jabatan fungsional. UPT Ditjen P2P paling lengkap. Jabatan teknis harus lebih unggul dibandingkan jabatan administrator di UPT. Pelaksana teknis diisi orang dengan kompetensi teknis dan mampu melayani masyarakat. Selain itu, UPT adalah sebagai penyelenggara fungsi P2P di kabupaten/kota, yang dalam hal ini menyelenggarakan pengawasan dan pembinaan.
  • Permasalahan kesehatan dalam masyarakat tidak dapat selesai dengan membuat aturan/pedoman, tapi dengan aksi dalam bentuk: saran tindak, rekomendasi, dan teknologi tepat guna.
  • Beberapa permasalahan kesehatan yang diharapkan untuk dikaji atau ditindaklanjuti oleh UPT adalah:
  • Perubahan cuaca dapat berpengaruh ke kesehatan, misal melalui perubahan terhadap penyakit (diare, dll), kualitas air, dan vektor (jumlah vektor bertambah)
  • Infeksi Virus Corona
  • Infeksi Hepatitis A
  • Janji terhadap negara terkait prioritas nasional, misal: eliminasi Malaria, eliminasi Schistosomiasis, TBC

UPT hendaknya bertindak seperti zeni tempur dalam kesatuan militer, yaitu sebagai pengintai, memposisikan diri di barisan kesehatan paling depan dan memikirkan cara untuk mencapai tujuan kesehatan bagi seluruh pasukan. Permasalahan kesehatan dapat dipikirkan pemecahan masalahnya dengan cara sederhana.

  • UPT hendaknya mengkolaborasikan dan mengintegrasikan semua sumber daya dengan  perguruan tinggi, organisasi profesi, dan tokoh masyarakat di wilayah layanannya.
  • Strategi nasional dalam memecahkan masalah kesehatan antara lain dengan melakukan: 1) penguatan cegah tangkal, 2) pemberdayaan masyarakat.
  • UPT jangan hanya memberikan rekomendasi ke stakeholder, tapi memastikan rekomendasi dilaksanakan.

Selanjutnya disampaikan materi tentang Keputusan Direktur Jenderal P2P (Keputusan Dirjen P2P NO. H.K. 02.02/I/3130/2019) tentang Standardisasi Instalasi Teknis, Sumber Daya Manusia, Sarana dan Prasarana, serta Penetapan Layanan Unggulan pada UPT di Bidang Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit oleh Bapak Ikbal dari Bagian Hukormas Ditjen P2P.

Setelah tanya jawab, dilakukan diskusi oleh peserta yang dibagi empat kelompok yaitu kelompok: 1) instalasi dan pemenuhannya, 2) identifikasi SDM, 3) sarana, prasarana, dan pendukung, 4) sinkronisasi kegiatan. Hasil diskusi masing-masing kelompok dikumpulkan di eselon III BBTKLPP Jakarta untuk dikompilasi.

Pada malam hari, dilakukan acara Serah Terima Jabatan Kepala BBTKLPP Jakarta dari Bapak Zainal Ilyas Nampira, S.K.M., M.Kes. kepada Ibu Naning Nugrahini, S.K.M., M.K.M., serta Serah Terima Jabatan Kepala BTKLPP Kelas 2 Ambon dari Bapak Martahan Sitorus, S.K.M., M.P.H., kepada Bapak Budi Santoso, S.K.M. M.P.H., dipimpin oleh Dirjen P2P, dr. Anung Sugihantono, M.Kes. Bapak Dirjen memberikan ucapan terima kasih kepada Kepala B/BTKLPP yg akan memasuki masa pensiun atas kerja dan bantuan selama bekerja. Selain itu diucapkan selamat kepada para Kepala B/BTKLPP yang baru, agar segera dapat bertugas di tempat yang baru. Kepada beberapa orang yang akan mengikuti seleksi pemilihan Kepala BBTKLPP Surabaya dan Banjarbaru, diharapkan untuk mempersiapkan diri dengan baik dan memikirkan langkah-langkah yang akan ditempuh BBTKLPP untuk dituangkan dalam tulisan dan paparan saat seleksi nanti. Disampaikan juga bahwa Kepala B/BTKLPP harus memiliki ide-ide untuk memecahkan masalah kesehatan dengan melibatkan semua stakeholders di wilayah layanan.