Pertemuan Persiapan Kegiatan Surveilans Faktor Risiko Penyakit Potensial KLB/Wabah Di Lingkungan Sekolah Di Kabupaten Kulon Progo DIY


Pada tanggal 27 Januari 2020, tim BBTKLPP Yogyakarta yang diwakili oleh Kepala Seksi Lingkungan Biologi (dr. Yohanna Gita Chandra, M.S.), dan Tim Kegiatan Surveilans Faktor Risiko Penyakit Potensial KLB/Wabah di Lingkungan Sekolah BBTKLPP Yogyakarta (Anjas Wulansari, S.K.M., M.P.H. dan Yeni Yuliani, S.Tr.Kes.), serta Sanitarian Pengelola Penyehatan Lingkungan (Ita Latiana Damayanti, A.Md.K.L.) melaksanakan pertemuan koordinasi dan pengumpulan data ke Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi yaitu di Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo. Di Dinas Kesehatan, tim ditemui oleh Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Sugiarto, S.K.M., M.P.H., dan Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Arief Musthofa, S.Si., M.Epid.

Diskusi mengarah pada kriteria pemilihan lokasi kegiatan berdasarkan data kasus DBD atau keracunan makanan di sekolah dan didapatkan tiga wilayah Puskesmas dengan angka DBD yang tertinggi di Kabupaten Kulon Progo. Dari hasil diskusi juga disepakati bahwa Dinas Kesehatan akan menugaskan petugas Puskesmas untuk membantu pengambilan data vektor DBD di lingkungan sekolah pada saat pelaksanaan kegiatan pengambilan sampel. Pertemuan persiapan di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kab. Kulon Progo dipimpin oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP (Jujur Santoso, S.Pd, M.Hum), dan dihadiri oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF (Dra. Maryati), Kepala Seksi PDPK SD (Endah Dwi Lestari, S.Si., M.Ec.Dev.), Kepala Seksi PDPK SMP (Asmi Setyaingrum, S.Si), Kepala Seksi PDPK PAUD dan PNF (Nur Baniyati K, S.Pd), dan Priyono, S.Pd (PDPK SD). Berdasarkan hasil diskusi diketahui bahwa ada kejadian sakit bersamaan dalam jumlah cukup banyak pada siswa SMP dan SD di Kab. Kulon Progo.  Pada tahun 2019 terdapat kejadian sakit bersamaan dengan gejala demam dan muntah pada sejumlah siswa SMP (20 hingga 90 orang).  Dengan pertimbangan tersebut, lokasi kegiatan diarahkan ke SD dan SMP dengan riwayat kasus tersebut.  Kegiatan akan dilaksanakan pada Minggu ke II dan III Februari 2020 dengan mempertimbangkan waktu belajar siswa SD dan SMP saat tidak ada latihan ujian.