Koordinasi Tindak Lanjut Pengendalian Pada Kejadian Antraks Di Kabupaten Gunung Kidul Tahun 2020


Menindaklanjuti adanya informasi kejadian penyakit Antraks yang terjadi pada hewan dan manusia di Kabupaten Gunung Kidul pada pertengahan bulan Desember 2019 dan terlaporkan pada awal bulan Januari 2020, Kementerian Kesehatan bersama dengan Dinas Kesehatan D.I. Yogyakarta dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul melakukan koordinasi terkait rencana upaya tindak lanjut dalam rangka pengendalian kejadian Antraks yang terjadi di wilayah Kecamatan Ponjong Kabupaten Gunung Kidul.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 16 Desember 2019 bertempat Hotel Mercure Yogyakarta. Hadir dalam kegiatan tersebut dari Kementerian Kesehatan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr. Anung Sugihantoro,M.Kes, Kepala BBTKLPP Yogyakarta (Dr. dr. Irene, MKM), Kasubdit Zoonosis Ditjen P2P, Kepala Bidang Surveilans Epidemiologi BBTKLPP Yogyakarta, sementara dari Dinas Kesehatan D.I.Yogyakarta dihadiri Kepala Dinas Kesehatan D.IY (drg. Pembayun Setyaning Astutie, M.Kes.) , Kepala Bidang P2 dan Kepala Seksi Pencegahan dan Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi dan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan (dr Dewi Irawati, M Kes), Kepala Bidang P2 serta kepala seksi Surveilans dan Imunisasi beserta staf teknis terkait lainnya.

Dalam pertemuan koordinasi tersebut diawali dengan paparan situasi terakhir kejadian Antraks di Kabupaten Gunung Kidul dan upaya pengendalian yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul dan dilanjutkan dengan acara diskusi. Dalam acara diskusi tersebut bisa disepakati beberapa langkah yang harus segera ditindaklanjuti terkait dengan penanganan pada manusia, hewan dan lingkungan, yaitu : bagi Dinas Kesehatan  akan melanjutkan upaya untuk segera menangani pasien sesuai tata laksana kasus antraks, Segera melakukan Penyelidikan epidemiologi pada kasus suspect yang dijumpai di lapangan, meningkatan KIE bagi petugas dan masyarakat terkait dengan perkembangan kasus antraks yang terjadi sementara bagi Kementerian Kesehatan akan segera menyempurnakan buku pedoman antraks,  melalui BBTKLPP Yogyakarta segera mengagendakan peningkatan Kapasitas Petugas Kesehatan dan lintas sector terkait berjumlah 200 petugas sesuai permintaan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul, dengan materi Tata Laksana dan Surveilans penyakit antraks pada manusia maupun hewan dan segera memperluas dan melengkapi pemetaan potensi risiko lingkungan pada daerah yang dianggap berpotensi terjadi persebaran spora antraks.