Kunjungan Kerja Dirjen P2P Kemenkes RI Pada Kejadian Antraks Di Kabupaten Gunung Kidul Tahun 2020


Menindaklanjuti hasil pertemuan koordinasi pengendalian penyakit antraks di Hotel Mercure Yogyakarta antara Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan D.I. Yogyakarta dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul pada tanggal 16 Januari 2020. Pada hari jumlat tanggal 17 Januari 2020 Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr. Anung Sugihantoro, M.Kes didampingi Kepala BBTKLPP Yogyakarta, Dinas Kesehatan D.I. Yogyakarta dan Jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul serta Jajaran Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul berkesempatan untuk bertemu dengan Bupati Gunung Kidul Hj. Badingah, S.Sos beserta jajarannya.

Pada pertemuan yang diselenggarakan di Rumah Dinas Bupati tersebut Bupati Gunung Kidul mengucapkan terima kasih atas perhatian Kementerian Kesehatan terkait dengan respon adanya kejadian antraks di Kabupaten Gunung Kidul dan berharap kejadian antraks tidak mempunyai dampak pada perekonomian di Kabupaten Gunung Kidul sebagai daerah pariwisata. Pada kesempatan tersebut Dirjen P2P Kementerian Kesehatan memberikan dukungan atas upaya yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan maupun Dinas Pertanian dalam upaya Pengendalian kejadian Antraks yang terjadi. Namun demikian beliau juga tetap mengingatkan bahwa terkait dengan kejadian penyakit zoonosa ada tiga faktor utama yang harus dilakukan dalam upaya pengendalian kejadian seperti pada penyakit antraks yaitu penanganan terkait dengan manusia, hewan dan lingkungannya. Ketiga faktor tersebut secara sinergi harus di atasi secara terintegrasi dalam bentuk implementasi one health dan Kementerian Kesehatan bisa mendukung untuk penanganan terhadap dua faktor utama yaitu pada manusia dan lingkungannya. Dalam awaktu dekat juga disampaikan bahwa Kementerian Kesehatan melalui Unit Pelaksana Teknis Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan Yogyakarta akan segera melatih sebanyak 200 tenaga kesehatan dan tenaga lintas sektor lainnya terkait dengan Tata Laksana penyakit antraks dan surveilans antraks pada Manusia dan hewan, serta akan memetakan dan memantau lingkungan yang berpotensi mengandung spora antraks.