Pengambilan Sampel Lingkungan Dalam Rangka Pemantauan Lingkungan Penyakit Antraks Di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta


Diberitakan bahwa pada Bulan Desember 2019 s.d. Januari 2020 ada kasus Antraks di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta. Sebagaimana diketahui bahwa penyakit Antraks disebabkan oleh Bakteri Bacillus Anthracis. Bakteri Bacillus Anthracis dapat menginfeksi manusia maupun ternak baik dalam bentuk vegetative maupun dalam bentuk spora. Bakteri Antraks dalam bentuk vegetative berada dalam tubuh inang yang terinfeksi (ternak) dan begitu keluar ke lingkungan dan berinteraksi dengan udara maka vegetative tersebut akan membentuk spora sebagai bentuk pertahanan diri. Spora yang terbentuk tersebut dapat bertahan di lingkungan dan menginfeksi manusia berpuluh tahun kemudian. Karena itu penting untuk melakukan pemantauan lingkungan guna mengetahui keberadaan bakteri Antraks di lingkungan terutama di sekitar lokasi ternak mati mendadak yang dicurigai Antraks.

Sehubungan hal tersebut tim yang terdiri dari BBTKLPP Yogyakarta, BBVet Wates dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul melakukan pengambilan sampel lingkungan di beberapa titik yang menjadi tempat dilakukannya penyembelihan/pemotongan/pengolahan/ penguburan/pembuangan ternak yang diduga terjangkit Antraks serta media lingkungan di wilayah lain yang berpotensi tercemar Antraks disebabkan kondisi geografis wilayah seperti muara aliran air dari tempat yang diduga tercemar bakteri Antraks di Kabupaten Gunungkidul. Pengambilan sampel dilakukan tanggal 22, 23 dan 24 Januari 2020. Pada kesempatan tersebut Kepala BBTKLPP Yogyakarta, Dr. dr. Irene, MKM, mengikuti secara langsung proses pengambilan sampel lingkungan. Diperoleh 5 sampel lingkungan terdiri dari 5 sampel tanah yang diambil di Kecamatan Semanu, Rongkop, Semin dan Gedangsari dan 2 sampel air sungai yaitu dari sungai seropan dan sungai Bribin. Selanjutnya sampel yang diperoleh diuji di laboratorium BBVet Wates Kulonprogo. Hasil pengujian sampel dengan metode kultur menunjukkan seluruh sampel negatif Bakteri Bacillus anthracis hidup.. Kegiatan pemantaun direncanakan akan rutin dilakukan oleh lintas sector terkait untuk memastikan tidak ada spora penyakit Antraks di lingkungan.