SURVEILANS FAKTOR RISIKO PENYAKIT POTENSIAL KLB/WABAH DAN ADAPTASI KEBIASAAN BARU DI TPM KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2021


Pada tahun 2021, BBTKLPP Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Surveilans Faktor Risiko Penyakit Potensial KLB/Wabah dan Adaptasi Kebiasaan Baru di TPM di Kabupaten Sleman. Kegiatan ini dilaksanakan sehubungan adanya kluster penularan COVID-19 pada warung makan. Untuk itu penting dilakukan identifikasi faktor risiko yang dapat menjadi penyebab munculnya kasus COVID-19 di warung makan agar kasus serupa tidak muncul lagi. Kegiatan diawali dengan koordinasi ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman pada tanggal 19 Maret 2021. Dalam kesempatan tersebut tim BBTKLPP Yogyakarta yang terdiri dari Koordinator Bidang ADKL, Feri Astuti, S.T., MPH., dan tim kajian, Dien Arsanti, SKM., M.Env dan Indah Setyorini, ST., M.Kes ditemui Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, drg. Atikah Nurhesti dan Kepala Seksi Farmasi dan Kesehatan makanan minuman, Gunanto, SKM., MPH. Tim BBTKLPP Yogyakarta menyampaikan maksud, tujuan dan rencana pelaksanaan kegiatan serta permohonan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan. Dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menyambut baik rencana kegiatan dan akan mendukung dalam pelaksanaan kegiatan. Sebagai pertimbangan disampaikan bahwa kabupaten Sleman telah berhasil memperoleh penghargaan pada empat TPM yaitu dua usaha catering dan dua rumah makan/resto dari 13 TPM yang dinominasikan. Namun demikian masih ada kelompok TPM yang belum dipantau secara optimal, yaitu sentra kuliner di Lapangan Denggung, sentra kuliner RS dr. Sardjito, dan sentra PKL Mrican. Sehingga kegiatan bisa diarahkan ke tiga TPM tersebut.
Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, BBTKLPP Yogyakarta melakukan survey ke tiga TPM tersebut diatas pada tanggal 24, 25 dan 27 Mei 2021. Kegiatan dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari BBTKLPP Yogyakarta, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dan Puskesmas setempat. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) sentra kuliner, IKL warung makan, observasi dan wawancara penerapan protokol kesehatan di sentra kuliner, kepatuhan pegawai warung makan terhadap protokol kesehatan, pengambilan sampel makanan dan minuman serta usap tangan penjamah makanan. Hasil survei pada tiga sentra kuliner dimaksud mendapatkan ada 18 warung makan yang disurvei, dengan total responden yang diwawancara untuk kepatuhan terhadap protokol kesehatan sebanyak 18 orang, jumlah sampel makanan dan minuman untuk pemeriksaan enam bakteri patogen (E. coli O157:H7, Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, Salmonella sp, Shigella, Vibrio cholera) sebanyak 52 sampel, jumlah sampel makanan dan minuman untuk pemeriksaan bahan tambahan pangan terlarang yang mungkin digunakan (formalin, borax, pewarna, pengawet) sebanyak 50 sampel dan usap tangan penjamah makanan sebanyak 18 sampel. Hasil pengamatan dan wawancara selanjutnya akan diolah untuk mengetahui tingkat sanitasi, penerapan protokol kesehatan di sentra dan kepatuhan pegawai terhadap protokol kesehatan. Selanjutnya sampel makanan dan minuman serta usap tangan yang diambil akan diperiksa di laboratorium BBTKLPP Yogyakarta.