SURVEILANS FAKTOR RISIKO ANTRAKS DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL


Pada tanggal 15-17 Juni 2020 BBTKLPP Yogyakarta melakukan kegiatan Surveilans Faktor Risiko Antraks di Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini menindaklanjuti munculnya kasus Antraks baik pada manusia maupun hewan ternak di Kabupaten Gunungkidul pada akhir tahun 2019 sampai dengan awal tahun 2020. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi faktor risiko lingkungan yang menjadi kunci penyebaran penyakit Antraks yaitu keberadaan bakteri Antraks di lingkungan, pola pemeliharaan ternak oleh masyarakat peternak, kondisi lingkungan, pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat peternak. Berdasarkan hal tersebut maka bentuk kegiatan surveilans Antraks terdiri dari pengambilan sampel lingkungan, pencatatan titik koordinat lokasi pengambilan sampel, pengukuran pH dan suhu tanah, wawancara terkait pola pemeliharaan ternak serta pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat peternak serta observasi lingkungan. Pelaksana Surveilans Antraks terdiri dari petugas dari BBTKLPP Yogyakarta, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul dan BBVet Wates. Kegiatan dilakukan di tiga kecamatan yang dulu diketahui menjadi awal mula munculnya kasus Antraks pada akhir tahun 2019. Sedangkan titik pengambilan sampel difokuskan di titik penyembelihan, penguburan dan pemotongan ternak yang mati mendadak. Hasil pengumpulan sampel mendapatkan 22 sampel tanah yang diambil dari 11 rumah peternak. Jumlah masyarakat peternak yang diwawancara sebanyak 11 orang. Selanjutnya 22 sampel tanah yang sudah diambil dibawa ke laboratorium BBVet Wates untuk pemeriksaan lebih lanjut.